Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Minggu, 30 Agustus 2026

DIHANTAM KRISIS DAYA BELI, CFD HAURWANGI TAK MAU MATI: PASAR RAKYAT TERUS MENGGELIAT

KabarCiepat.com || HAURWANGI, CIANJUR — Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil dan daya beli yang terus berfluktuasi, Pasar Minggu atau Car Free Day (CFD) Haurwangi kecamatan Haurwangi kab. Cianjur— yang populer disebut CFD Hawai—justru masih mampu bertahan.

Sejak bergulir pada 2020 hingga Minggu, 30 Agustus 2026, kegiatan yang menjadi ruang berkumpul sekaligus ruang ekonomi masyarakat tersebut tetap menggeliat.

Bertahannya CFD Haurwangi tentu bukan tanpa tantangan. Selain menghadapi dinamika ekonomi dan naik-turunnya daya beli masyarakat, kegiatan ini juga mengalami perubahan kepengurusan setelah salah satu pengurus lama, Alm. H. Mansur alias Wa Acuy, meninggal dunia.

Namun, roda kegiatan tidak berhenti.

Di bawah kepengurusan baru yang dipimpin Deden Setia Hamzah, CFD Hawai mencoba bangkit dengan pola pengelolaan yang lebih adaptif dan inovatif. Orientasinya tidak semata-mata mengejar keramaian, tetapi juga bagaimana kegiatan tersebut mampu menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat dan UMKM lokal.

Masyarakat RW 01 Desa Haurwangi menjadi salah satu basis utama kegiatan. Namun geliat perdagangan tidak berhenti di satu wilayah. Pelaku UMKM dari RW lainnya, termasuk masyarakat Desa Ramasari dan Desa Kertasari, turut mengambil bagian dalam denyut ekonomi Pasar Minggu tersebut.

BUKAN SEKADAR CFD, TAPI RUANG EKONOMI RAKYAT

CFD Hawai perlahan menunjukkan bahwa kegiatan masyarakat bisa menjadi instrumen sederhana untuk menggerakkan ekonomi lokal.

Warga datang bukan hanya untuk berolahraga atau menikmati suasana Minggu pagi, tetapi juga melakukan transaksi. Pedagang mendapatkan ruang berjualan, sementara masyarakat mendapatkan pilihan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati hiburan di lingkungan sendiri.

Di sinilah keberadaan CFD Haurwangi menjadi penting.

Ketika daya beli masyarakat sedang fluktuatif, keberadaan pasar rakyat seperti ini menjadi salah satu ruang yang mempertemukan penjual, pembeli, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi lokal.

Di sisi lain, geliat ekonomi masyarakat Haurwangi juga bersinggungan dengan mulai berjalannya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Haurwangi, yang mulai memberikan layanan kepada anggotanya melalui penyediaan sejumlah kebutuhan pokok, termasuk beras premium Bulog dan minyak goreng dengan harga terjangkau sesuai program yang dijalankan.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat di Haurwangi mulai memiliki berbagai simpul, baik melalui UMKM, pasar rakyat maupun kelembagaan ekonomi desa.

REGENERASI MENJADI UJIAN

Bertahannya CFD Hawai selama enam tahun lebih juga menjadi ujian bagi pengelolanya.

Pergantian figur dan kepengurusan merupakan bagian dari dinamika sebuah kegiatan masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana semangat para pengurus terdahulu tetap dipertahankan, tetapi pada saat yang sama pengelolaan mampu mengikuti perubahan zaman.

Kepengurusan Deden Setia Hamzah kini dituntut bukan hanya menjaga agar CFD tetap ramai, tetapi juga memastikan keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Sebab, ukuran keberhasilan Pasar Minggu bukan hanya seberapa banyak orang datang.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: seberapa besar perputaran ekonomi yang terjadi dan seberapa banyak UMKM lokal yang mendapatkan manfaat?

“WISATA BELANJA DI TEMPAT SENDIRI”

Bagi masyarakat Haurwangi dan sekitarnya, CFD Hawai seolah telah menjadi agenda rutin setiap akhir pekan.

Keramaian, jajanan, aktivitas warga dan transaksi ekonomi bercampur menjadi satu. Masyarakat dapat menikmati suasana libur sekaligus berbelanja tanpa harus pergi jauh ke pusat kota.

Konsep sederhana tersebut melahirkan semangat “wisata belanja di tempat sendiri.”

Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, keberadaan ruang ekonomi seperti CFD Haurwangi menjadi sesuatu yang patut dipertahankan.

Pasar Minggu Haurwangi telah membuktikan bahwa ketika masyarakat diberi ruang, UMKM diberi kesempatan dan pengelola terus berinovasi, aktivitas ekonomi rakyat masih bisa bergerak.

CFD Hawai boleh dihantam krisis, boleh kehilangan pengurus lama, dan boleh menghadapi pasang-surut daya beli. Tetapi selama masyarakat masih datang dan UMKM masih berjualan, Pasar Minggu Haurwangi belum kehilangan denyut kehidupannya. ***KH.E

KABAR CIEPAT — Menyoroti, Mengawal, dan Memberitakan dari Masyarakat.
Share:

Sabtu, 29 Agustus 2026

UMKM Tak Cukup Sekadar Jualan, KKN STAI NU Dorong Pelaku Usaha Desa Naik Kelas Lewat Legalitas dan Digitalisasi

KabarCiepat.com ||CIANJUR – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Produk yang bagus tidak otomatis menjamin usaha berkembang jika tidak ditopang legalitas, kemampuan memanfaatkan teknologi, serta strategi pemasaran yang tepat.

Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam Seminar Pengembangan UMKM yang digelar KKN STAI NU berbasis Fiqih Muamalah di Aula Desa Ramasari, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (30/8/2026).

Mengangkat tema “Penguatan UMKM melalui Legalitas Usaha, Digitalisasi dan Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat,” seminar tersebut secara khusus menyasar pelaku UMKM Desa Ramasari.

Kegiatan juga diikuti peserta KKN dari desa lainnya di wilayah Kecamatan Haurwangi.
Seminar dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat Nabi oleh Kavin Ainulyakin.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Endang Hidayat, M.Ag., memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan. Sementara Pemerintah Desa Ramasari diwakili Sekretaris Desa, Sabar Hardiman, yang menyampaikan kata-kata pembukaan mewakili Pj. Kepala Desa.

Dua akademisi dihadirkan sebagai narasumber, yakni Assoc. Prof. Dr. Windy Dian Sari, M.Pd. dan Assoc. Prof. Dr. Ahmad Zain Sarnoto, M.Pd.I., M.A.
UMKM Jangan Hanya Berorientasi Jualan

Windy Dian Sari memberikan penekanan bahwa membangun UMKM tidak cukup hanya dengan memiliki produk kemudian menjualnya. Menurutnya, usaha membutuhkan fondasi yang kuat agar mampu bertahan dan berkembang.

Ia menggunakan analogi akar, batang, dan daun untuk menggambarkan tiga aspek utama pengembangan UMKM.

Legalitas disebut sebagai akar usaha. Pelaku UMKM didorong memahami pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, label halal, serta berbagai legalitas lain yang sesuai dengan jenis usaha dan produknya.

Tanpa fondasi legalitas yang memadai, ruang pelaku usaha untuk mengembangkan pasar dan membangun kepercayaan konsumen dapat menjadi terbatas.

Selanjutnya, digitalisasi diibaratkan sebagai batang yang menopang pertumbuhan usaha. Pelaku UMKM dituntut tidak gagap teknologi dan mulai memanfaatkan perangkat yang sudah dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk telepon seluler serta berbagai platform digital seperti TikTok dan Shopee.

Teknologi, menurut materi yang disampaikan, bukan sekadar alat untuk mengikuti tren, tetapi dapat menjadi sarana memperluas jangkauan konsumen dan membuka akses pasar baru.

Sementara promosi dan pemasaran menjadi daun yang membuat usaha terlihat oleh pasar.

Branding, kemasan, cerita di balik produk, serta kemampuan membangun jaringan dan berkolaborasi menjadi bagian yang dinilai penting dalam memperkuat posisi produk UMKM.

Dengan kata lain, produk lokal tidak cukup hanya “enak atau bagus”, tetapi harus mampu memiliki identitas, legalitas, kemasan, cerita, serta strategi pemasaran yang membuat konsumen tertarik dan percaya.

Kepercayaan dan Akses Pasar Jadi Kunci

Sementara itu, Ahmad Zain Sarnoto menyoroti aspek lain yang tidak kalah penting, yakni kepercayaan, akses pasar, kemitraan, dan pertumbuhan.

Menurutnya, keberlangsungan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi barang, tetapi juga bagaimana pelaku usaha membangun kepercayaan dengan konsumen dan mitra.

Akses pasar juga menjadi tantangan tersendiri. Produk yang hanya berputar di lingkungan sekitar akan sulit berkembang apabila pelaku usaha tidak berani membangun jaringan yang lebih luas.

Karena itu, kemitraan menjadi salah satu strategi yang perlu diperkuat. Pelaku UMKM dapat membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas pemasaran, meningkatkan kapasitas usaha, sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan.

KKN Didorong Tak Sekadar Seremoni

Seminar tersebut menunjukkan bahwa kegiatan KKN tidak harus berhenti pada agenda seremonial atau kegiatan formal di masyarakat.

Melalui pendekatan berbasis Fiqih Muamalah, KKN STAI NU berupaya membawa isu penguatan ekonomi masyarakat ke ruang edukasi yang lebih praktis, khususnya bagi pelaku UMKM.

Tantangannya kini berada pada tahap setelah seminar: apakah pengetahuan mengenai legalitas, digitalisasi dan pemasaran tersebut benar-benar dapat diterapkan oleh pelaku UMKM?

Sebab, keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak cukup diukur dari banyaknya peserta yang hadir dalam seminar, tetapi dari sejauh mana pelaku usaha mampu mengurus legalitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pemasaran, membangun kemitraan, dan meningkatkan kualitas usahanya secara berkelanjutan.

Seminar di Desa Ramasari diharapkan menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong UMKM desa tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas, mandiri, dan memiliki daya saing di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan pasar digital. ***Red/Kh.E
Share:

Jalan Sehat Napak Tilas Batas Desa Sukasari Siap Meriahkan Hari Jadi Cianjur ke-349 dan HUT RI ke-81

KabarCiepat.com || CIANJUR – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-349 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Sukasari bersama Karang Taruna Desa Sukasari akan menggelar Jalan Sehat Napak Tilas Batas Desa Sukasari.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, dengan titik pemberangkatan di Stasiun Cilaku pada pukul 06.00 WIB.
Jalan sehat mengusung konsep napak tilas batas wilayah Desa Sukasari, dengan rute yang telah ditentukan, yakni Cilaku Kaum – Nyelempet – Geger Bitung.

Selain menjadi sarana olahraga untuk menjaga kebugaran, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, membangun kebersamaan, serta meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap lingkungan dan wilayah Desa Sukasari.

Kepala Desa Sukasari Daden Supriatman turut mendukung pelaksanaan kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pemuda tersebut.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Sukasari, Teri Usman, mengatakan bahwa kegiatan jalan sehat tersebut tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan memperkuat kebersamaan.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh warga. Selain menjaga kesehatan, melalui napak tilas ini masyarakat juga dapat lebih mengenal wilayah dan sejarah lingkungan Desa Sukasari. Kami berharap warga dapat berpartisipasi dengan antusias dan menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan,” ujar Teri Usman.

Menurutnya, Karang Taruna bersama Pemerintah Desa Sukasari berupaya menghadirkan kegiatan positif yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Semarak kegiatan juga akan semakin bertambah dengan disiapkannya berbagai doorprize menarik bagi peserta. Berdasarkan informasi panitia, sejumlah hadiah yang disediakan antara lain sepeda motor, sepeda, televisi, kulkas, dan kipas angin.

“Tentu kami berharap masyarakat tidak hanya datang karena doorprize. Yang paling penting adalah kita bisa berkumpul, berolahraga, bersilaturahmi dan merayakan momentum Hari Jadi Cianjur serta HUT Kemerdekaan RI dengan penuh kegembiraan,” tambahnya.

Panitia juga menginformasikan bahwa tiket jalan sehat tersedia dan dapat dibeli langsung di lokasi.

Dengan mengusung semangat kebersamaan, kesehatan dan kemerdekaan, kegiatan Jalan Sehat Napak Tilas Batas Desa Sukasari diharapkan berlangsung meriah serta menjadi salah satu kegiatan positif dalam memperingati Hari Jadi Cianjur ke-349 dan HUT RI ke-81.
***Red/Dani
Share:

Dua Tahun Pimpin Polsek Sukaluyu, AKP Ahmad Tri Lesmana Gelar Silaturahmi Bersama Tokoh Masyarakat

CIANJUR, KabarCiepat.com — Kapolsek Sukaluyu AKP Ahmad Tri Lesmana, S.H., M.M. menggelar kegiatan silaturahmi bersama unsur pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta jajaran TNI-Polri di Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Sabtu, 29/08/2026

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Momentum tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus ungkapan terima kasih AKP Ahmad Tri Lesmana kepada berbagai pihak yang selama ini telah mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Kecamatan Sukaluyu.

Dalam sambutannya, AKP Ahmad Tri Lesmana menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki maksud lain selain mempererat hubungan dan kebersamaan.
      foto bersama Forkopincam sukaluyu
“Intinya rasa kasih sayang kami ingin mengumpulkan bapak-bapak dan ibu-ibu di malam ini, untuk kita sama-sama bisa ngopi bersama, makan bersama. Tidak ada maksud lain,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan memfasilitasi kegiatan, termasuk penggunaan gedung PGRI sebagai tempat berlangsungnya acara.

Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Puskesmas Sukaluyu, Ketua RW, Ketua APDESI beserta para kepala desa, Ketua Karang Taruna, Ketua PKK Kecamatan Sukaluyu beserta jajaran, anggota Polres Cianjur, anggota Polsek Sukaluyu, Bhayangkari, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah perwakilan organisasi.
   Foto Bersama Jajaran Polsek Sukaluyu 
AKP Ahmad Tri Lesmana juga memberikan apresiasi kepada Danposmil yang selama ini aktif mendampingi berbagai kegiatan di wilayah Kecamatan Sukaluyu.

“Pak Kaposmil yang selalu mendampingi setiap waktu, dari mulai awal sampai akhir. Terima kasih, Pak Kaposmil,” ungkapnya.

Dua Tahun Mengabdi di Sukaluyu

Dalam kesempatan tersebut, AKP Ahmad Tri Lesmana mengungkapkan bahwa dirinya mulai menjabat sebagai Kapolsek Sukaluyu pada Juli 2024.

Selama kurang lebih dua tahun bertugas, berbagai pengalaman telah dilalui bersama jajaran pemerintahan dan masyarakat Sukaluyu. Bahkan, dirinya telah tiga kali mengikuti rangkaian upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia selama bertugas di wilayah tersebut.
       Foto Bersama ibu Bayangkari Polsek
                            Sukaluyu 

“Dulu TR kami di bulan Juli 2024. Kemudian kami kemarin mendapatkan telegram, surat perintah dari Polda Jabar itu bulan Agustus 2026. Jadi kami sudah dua tahun, lebih sedikit, hampir dua tahun pas,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu kesan yang masih diingat ketika pertama kali bertugas di Cianjur adalah kondisi cuaca. Cianjur selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki udara sejuk, namun ketika pertama datang bertugas, ia justru merasakan suasana yang cukup panas.

Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk terus menjaga hubungan baik antara kepolisian dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen masyarakat.

Kebersamaan dan komunikasi yang telah terbangun selama ini dinilai menjadi salah satu modal penting dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Kecamatan Sukaluyu.

Kegiatan berlangsung secara sederhana dan penuh kekeluargaan, ditutup dengan makan bersama serta ramah tamah antara AKP Ahmad Tri Lesmana bersama para tamu undangan. ***Red/kie 
Share:

Jumat, 28 Agustus 2026

Bukan Sekadar Jalan Santai! Fun Walk Kemerdekaan di Cianjur Satukan Siswa, Orang Tua dan Guru


CIANJUR, KabarCiepat.com — Suasana berbeda mewarnai peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Cianjur. Bukan hanya upacara atau perlombaan, keluarga besar sekolah memilih merayakannya dengan Fun Walk yang melibatkan siswa, orang tua hingga para guru.

Sejak pagi, suasana kebersamaan sudah terasa. Para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti jalan santai bersama ayah dan bunda mereka, menyusuri kawasan Cianjur Kota dalam balutan semangat kemerdekaan.

Namun, kegiatan ini ternyata bukan sekadar jalan santai.

Fun Walk tersebut sengaja dikemas sebagai ajang family gathering, sehingga orang tua tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut hadir dan mendampingi anak-anak mereka sepanjang kegiatan.

Andri Nurdiansyah selaku panitia mengatakan, pemilihan akhir pekan menjadi salah satu strategi agar lebih banyak orang tua dapat hadir bersama anak.

«“Temanya Semarak Kemerdekaan RI yang ke-81. Kegiatannya dikemas dalam acara Fun Walk untuk family gathering. Jadi ayah, ibu dan anak bersama-sama jalan santai mengelilingi area Cianjur Kota,” ujar Andri.»

Menurutnya, momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antara orang tua, guru dan keluarga siswa.

“Orang tua bisa membersamai anak, bersilaturahmi dengan guru-guru dan orang tua yang lain, sekaligus membimbing dan mendampingi anak dalam kegiatan kemerdekaan,” katanya.

Yang Bikin Menarik: Peserta Tidak Dipungut Biaya

Hal lain yang membuat kegiatan ini terasa berbeda, peserta tidak dibebankan biaya pendaftaran.

Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan semangat gotong royong dan dukungan dari para orang tua siswa.

“Tidak ada pendaftaran. Kita semuanya gratis. Karena ini semuanya dari orang tua, dikelola oleh orang tua, kembali lagi juga untuk orang tua,” ungkap Andri.

Keterlibatan orang tua bahkan tidak berhenti sebagai peserta. Mereka juga mengambil bagian dalam kepanitiaan dan membantu berbagai kebutuhan teknis kegiatan.

Persiapan telah dilakukan sejak sekitar pukul 05.30 WIB. Pihak guru turut mendukung, sementara sebagian besar pelaksanaan kegiatan ditangani langsung oleh para orang tua.

“Panitia juga semuanya dari orang tua. Saya hanya panitia dari pihak guru. Semuanya banyak dipegang oleh orang tua dan alhamdulillah berjalan lancar,” ujarnya.

Camat Buka Acara, Polisi Kawal Peserta

Kemeriahan Fun Walk semakin lengkap dengan dukungan unsur pemerintahan dan keamanan.

Andri menyampaikan, kegiatan tersebut dibuka oleh Camat. Sementara personel kepolisian dari Polsek turut melakukan pengawalan terhadap barisan peserta sejak awal hingga kegiatan selesai.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar. Ada Pak Camat yang membuka dan dari pihak Polsek mengawal barisan dari awal sampai akhir,” kata Andri.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah memberikan dukungan, bantuan dan partisipasi.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para donatur yang ikut mendukung sehingga kegiatan dapat terlaksana.

“Terima kasih atas kerja sama, bantuan, dukungan dan partisipasinya. Terima kasih juga kepada semua pihak dan donatur yang sudah memberikan dukungan,” tuturnya.

Kemerdekaan Dirayakan Bersama Keluarga

Bagi keluarga besar sekolah, Fun Walk menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara sederhana namun bermakna.

Langkah demi langkah yang dilakukan siswa bersama orang tua bukan hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga menjadi kesempatan membangun kedekatan keluarga serta memperkuat komunikasi antara orang tua dan sekolah.

Kemerdekaan bukan hanya tentang merayakan masa lalu, tetapi juga tentang membangun generasi masa depan bersama.

Dan pagi itu, semangat tersebut hadir di jalanan Cianjur melalui satu kegiatan sederhana: Fun Walk, jalan bersama keluarga, merayakan Indonesia ke-81.

(Dani /Red/KabarCiepat.com) 
Share:

APBD BANDUNG BARAT 2026: BELANJA DAERAH Rp3,20 TRILIUN, REALISASI BARU 48,63 PERSEN Belanja Modal Jadi Sorotan, Baru Terealisasi Rp34,26 Miliar atau 14,96 Persen

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung Barat Tahun Anggaran 2026 menjadi perhatian. Berdasarkan data resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, total anggaran belanja daerah Kabupaten Bandung Barat mencapai Rp3,202 triliun, sementara realisasinya hingga Agustus 2026 tercatat Rp1,557 triliun atau 48,63 persen. 

Data tersebut tercantum dalam Portal Data SIKD DJPK Kementerian Keuangan dengan keterangan “Data APBD Pergeseran, realisasi APBD s.d. Agustus 2026”, dan data diterima SIKD per 27 Agustus 2026. 

Yang menarik perhatian adalah realisasi belanja modal. Dari pagu sebesar Rp229,04 miliar, hingga Agustus 2026 baru terealisasi sekitar Rp34,26 miliar atau 14,96 persen. 

Rendahnya realisasi belanja modal tersebut menjadi penting untuk dicermati karena belanja modal berkaitan dengan pembangunan dan pengadaan aset daerah yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan masyarakat.

Sementara itu, belanja pegawai memiliki pagu sebesar Rp1,345 triliun, dengan realisasi mencapai Rp823,78 miliar atau 61,22 persen. Sedangkan belanja barang dan jasa memiliki pagu Rp1,041 triliun, dengan realisasi Rp464,77 miliar atau 44,62 persen. 

Pendapatan Daerah Tembus 51,99 Persen
Dari sisi pendapatan, Kabupaten Bandung Barat pada 2026 memiliki target pendapatan daerah sebesar Rp3,140 triliun. Hingga Agustus, realisasinya mencapai Rp1,632 triliun atau 51,99 persen. 

Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp1,078 triliun, dengan realisasi Rp489,79 miliar atau 45,40 persen.

Untuk pajak daerah, dari target Rp816,20 miliar, realisasi mencapai Rp357,57 miliar atau 43,81 persen. Sementara retribusi daerah dari target Rp249,14 miliar terealisasi Rp123,98 miliar atau 49,76 persen. 

Adapun transfer dari pemerintah pusat atau TKDD memiliki pagu Rp1,849 triliun, dengan realisasi Rp1,028 triliun atau 55,60 persen. 

Pertanyaan Publik: Mengapa Belanja Modal Masih 14,96 Persen?

Dengan memasuki penghujung Agustus 2026, rendahnya realisasi belanja modal patut menjadi perhatian publik, khususnya berkaitan dengan program pembangunan yang menggunakan APBD.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, program pembangunan apa saja yang menyebabkan realisasi belanja modal baru mencapai Rp34,26 miliar dari pagu Rp229,04 miliar?

Apakah sejumlah proyek masih dalam tahap perencanaan, proses pengadaan, kontrak, atau memang terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan?

Selain itu, perlu diketahui pula apakah rendahnya realisasi tersebut akan berdampak terhadap pencapaian target pembangunan Kabupaten Bandung Barat hingga akhir tahun anggaran.

Publik juga berhak mengetahui program dan kegiatan mana saja yang masuk dalam pos belanja modal Rp229,04 miliar, termasuk lokasi kegiatan, nilai masing-masing paket, pelaksana pekerjaan, progres fisik, serta target penyelesaiannya.

Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Kunci
Data DJPK menunjukkan bahwa struktur APBD Bandung Barat 2026 cukup besar, dengan total pendapatan yang ditargetkan mencapai Rp3,140 triliun dan belanja daerah sebesar Rp3,202 triliun. 

Karena itu, transparansi dalam penggunaan anggaran menjadi penting. Masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi mengenai besarnya anggaran, tetapi juga ke mana anggaran tersebut dibelanjakan dan sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat.

KabarCiepat.com mendorong Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan perangkat daerah terkait memberikan penjelasan terbuka mengenai rendahnya realisasi belanja modal tersebut, termasuk rincian program dan proyek yang berada di dalamnya.

Data ini merupakan data resmi Portal Data SIKD/DJPK Kementerian Keuangan dan dapat menjadi bahan evaluasi publik terhadap pelaksanaan APBD Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026.

Sumber: Portal Data APBD – Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan RI.
Portal Data APBD DJPK Kementerian
Share:

Rabu, 26 Agustus 2026

Solidaritas Cianjur untuk NTT, Penutup Cianjur Fest 2026 Bersama BAZNAS Kabupaten Cianjur

CIANJUR, KabarCiepat.com — Malam penutupan Cianjur Fest 2026 tidak hanya diisi hiburan dan syiar keagamaan. Di Alun-Alun Cianjur, Minggu (23/8/2026), masyarakat justru menorehkan aksi kemanusiaan dengan menggalang dana bagi saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa.

Kegiatan Gema Syiar yang digagas BAZNAS Kabupaten Cianjur tersebut berhasil menghimpun donasi sekitar Rp50 juta. Dana itu rencananya akan disalurkan untuk membantu meringankan beban masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.

Acara yang berlangsung di pelataran Lapangan Al-Makmurin, Masjid Agung Cianjur, itu dihadiri jajaran pimpinan daerah. Tampak hadir Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, para tokoh agama, tokoh masyarakat, jamaah dan mustami, serta masyarakat umum yang memadati lokasi.

Donasi Datang dari Berbagai Pihak

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Cianjur, Hilman Saukani, menjelaskan bahwa donasi tersebut berasal dari berbagai sumber dan merupakan hasil kepedulian bersama.

“Sebesar Rp10 juta berasal dari hadiah karnaval tingkat OPD, Rp10 juta dari karnaval tingkat kecamatan. BAZNAS Cianjur sendiri menyumbangkan Rp15.834.055. Selain itu, terkumpul Rp1.687.945 melalui donasi QRIS serta Rp12.478.000 dari para jamaah dan mustami,” ujar Hilman.

Menurut Hilman, aksi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat Cianjur terhadap warga NTT yang sedang mengalami musibah.

“Ini adalah wujud nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat Cianjur. Kami ingin meringankan beban saudara-saudara kita di NTT yang sedang diuji musibah,” katanya.

Bagi Hilman, Gema Syiar Cianjur Fest 2026 memiliki makna yang lebih dari sekadar kegiatan penutup rangkaian festival. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masyarakat Cianjur dapat diwujudkan melalui aksi nyata untuk membantu sesama.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur, organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, para tokoh agama, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut.

“Harapan kami, semangat gotong royong seperti ini terus tumbuh. Sehingga ketika ada daerah lain yang membutuhkan bantuan, masyarakat Cianjur siap hadir dan bergerak bersama,” ujarnya.

Dengan terkumpulnya donasi sekitar Rp50 juta, Gema Syiar sekaligus menjadi penutup rangkaian Cianjur Fest 2026 dengan pesan kemanusiaan yang kuat:

Cianjur Peduli, Cianjur Bergerak, Cianjur Bersama untuk Kemanusiaan.

(Dani/KabarCiepat.com)
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blogger templates

pristiwa