Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Senin, 22 Juni 2026

Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 1 Jati Berlangsung Meriah, Pengawas Bina Berikan Motivasi

KabarCiepat.com | Bandung Barat – SD Negeri 1 Jati, yang berlokasi di Desa Jati, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, menggelar kegiatan Pelepasan Siswa Kelas VI dan Pentas Kreasi Siswa Kelas I–V, Selasa (23/6/2026), dalam suasana penuh haru, kebanggaan, dan kegembiraan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para orang tua siswa, komite sekolah, dewan guru, serta tamu undangan. Turut hadir Pengawas Bina, Iman Nurman R., S.Pd., M.Pd., yang memberikan motivasi dan semangat kepada para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Kepala SD Negeri 1 Jati, Adis Samsudin, S.Pd.SD, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus mengucapkan selamat kepada seluruh siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.

"Perpisahan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi. Teruslah belajar, berusaha, dan menjaga nama baik keluarga serta almamater sekolah," ujar Adis Samsudin dalam sambutannya.

Sementara itu, Pengawas Bina Iman Nurman R., S.Pd., M.Pd. mengapresiasi kerja keras seluruh warga sekolah dalam mendidik dan membimbing peserta didik hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar.

Ia berpesan agar para siswa terus mengembangkan potensi diri, menjaga semangat belajar, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Jangan pernah berhenti belajar. Jadilah generasi yang berkarakter, berprestasi, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat," pesannya.

Selain prosesi pelepasan siswa kelas VI, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas siswa kelas I hingga V. Beragam pertunjukan, mulai dari seni tari, musik, hingga penampilan budaya daerah, berhasil menghibur para tamu undangan dan orang tua siswa yang hadir.

Acara berlangsung lancar dan penuh keakraban. Momen pelepasan ini menjadi kenangan berharga bagi para siswa kelas VI sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Berprestasi, Berkreatifitas, Lestarikan Budaya Bangsa" menjadi semangat yang terus ditanamkan SD Negeri 1 Jati dalam membentuk generasi penerus yang unggul dan berkarakter. ***Red/Rediyana Rondo 
Share:

Pengawas Bina Gugus 2 dan 3 Saguling Berikan Motivasi pada Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 1 JatiBandung Barat


Bandung Barat, KabarCiepat.com – Suasana haru, bangga, dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Pelepasan Siswa Kelas VI serta Pentas Kreasi Seni Siswa Kelas I hingga V yang digelar SD Negeri 1 Jati, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Selasa, 23/6/2026

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas dari siswa kelas I sampai kelas V yang berhasil menghibur para tamu undangan dan wali murid.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Bina Gugus 2 dan 3 Kecamatan Saguling, Iman Nurman R., S.Pd., M.Pd., yang memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para siswa, guru, serta orang tua yang hadir.

Dalam sambutannya, Iman Nurman menyampaikan bahwa pelepasan siswa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penghargaan atas perjuangan dan proses belajar yang telah ditempuh siswa selama enam tahun di sekolah dasar.

"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus terus belajar, berkarakter, dan memiliki semangat untuk meraih cita-cita. Kelulusan ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal untuk melangkah menuju pendidikan yang lebih tinggi," ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga pendidik SDN 1 Jati yang telah membimbing para siswa dengan penuh dedikasi. Tak lupa, ucapan terima kasih disampaikan kepada para orang tua yang selama ini turut mendukung proses pendidikan anak-anak mereka.

Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, kedisiplinan, dan akhlak yang baik sebagai bekal menghadapi masa depan.

Sementara itu, pihak sekolah berharap seluruh lulusan SDN 1 Jati dapat terus berprestasi, menjaga nama baik almamater, serta menjadi generasi yang membanggakan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Acara berlangsung dengan lancar, penuh kehangatan dan kebersamaan, serta menjadi kenangan indah bagi para siswa yang akan melanjutkan perjalanan pendidikan mereka ke jenjang berikutnya.

Pewarta: Rediyana Rondo
Editor: Admin KabarCiepat.com

Share:

Diduga Terjadi Intimidasi terhadap Wartawan Saat Meliput Galian C di Gekbrong, Legalitas Tambang Dipertanyakan

KabarCiepat.com || CIANJUR – Dugaan intimidasi dan tindakan yang menghambat kerja jurnalistik mencuat dalam kegiatan peliputan aktivitas galian C di Jalan Kahuripan, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jumat (19/6/2026). Peristiwa tersebut terjadi ketika sejumlah awak media berupaya melakukan konfirmasi terkait legalitas operasional tambang yang diduga belum mengantongi seluruh perizinan yang dipersyaratkan.

Selain dugaan pelanggaran terhadap kebebasan pers, aktivitas pertambangan tersebut juga menjadi sorotan karena disebut-sebut telah menimbulkan dampak lingkungan di sekitar lokasi. Sejumlah jurnalis yang datang untuk meminta klarifikasi mengaku mengalami perlakuan yang dinilai intimidatif saat menjalankan tugas jurnalistik.

Berdasarkan keterangan sejumlah pewarta di lapangan, situasi sempat memanas ketika mereka berusaha memperoleh informasi mengenai status perizinan tambang. Beberapa wartawan mengaku mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, bahkan diduga terjadi tindakan yang mengarah pada kekerasan.

Salah seorang wartawan berinisial AM mengaku menjadi korban penyiraman kopi panas oleh salah satu pihak yang berada di lokasi. Sementara wartawan lainnya berinisial AG mengaku mendapat perlakuan berupa ludah yang diarahkan kepadanya. Selain itu, terdapat dugaan tindakan fisik lainnya seperti dorongan, sundulan, hingga penarikan pakaian terhadap awak media yang sedang melakukan peliputan.

Dalam insiden tersebut, sejumlah pihak yang mengaku sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur disebut berada di lokasi. Salah satu nama yang disebut oleh saksi di lapangan adalah Tomi. Para wartawan juga mengaku sempat menyaksikan komunikasi melalui video call dengan seseorang yang disebut sebagai Ketua PWI Cianjur berinisial I.

Menurut keterangan sejumlah saksi, suasana di lokasi semakin memanas setelah komunikasi tersebut berlangsung. Sejumlah awak media mengaku menerima perlakuan bernada kasar yang dinilai menghambat tugas jurnalistik sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Di sisi lain, saat dimintai keterangan mengenai legalitas operasional tambang, pemilik lokasi yang disebut merupakan dua orang bersaudara, yakni mantan anggota dewan berinisial H dan mantan kepala desa berinisial D, mengakui bahwa aktivitas galian tersebut baru mengantongi izin lingkungan. Sementara izin lainnya, menurut pengakuan mereka, masih dalam proses pengurusan dan belum rampung.

Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai legalitas aktivitas pertambangan yang saat ini berjalan. Pasalnya, kegiatan pertambangan pada prinsipnya wajib memenuhi seluruh persyaratan perizinan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum melakukan kegiatan operasional dan produksi.

Selain dugaan intimidasi terhadap wartawan, sejumlah saksi juga mengaku mencium aroma minuman beralkohol dari beberapa orang yang berada di lokasi, termasuk dari mantan kepala desa berinisial D. Namun informasi tersebut masih berupa keterangan saksi dan memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan insan pers. Apabila terbukti benar terjadi tindakan kekerasan, intimidasi, maupun upaya menghalangi kerja jurnalistik, maka hal tersebut dapat bertentangan dengan prinsip kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan, termasuk pihak yang mengaku anggota PWI Kabupaten Cianjur maupun pengelola tambang, masih diberikan ruang untuk menyampaikan hak jawab dan hak klarifikasi sesuai amanat Kode Etik Jurnalistik guna menjaga keberimbangan informasi.

Kasus ini diharapkan mendapat perhatian dari aparat penegak hukum, instansi terkait, serta organisasi profesi wartawan untuk mengungkap kebenaran dugaan intimidasi terhadap awak media dan menelusuri legalitas aktivitas galian C yang menjadi objek pemberitaan. ***Red

Share:

Minggu, 21 Juni 2026

Warga Cipatat Murka, Pemadaman Bergilir PLN Ancam Usaha dan Peternakan Gulung Tikar

KabarCiepat.com || CIPATAT, BANDUNG BARAT – Kebijakan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah Kecamatan Cipatat memicu kemarahan warga dan pelaku usaha. Pemadaman yang berlangsung dalam durasi cukup lama dinilai telah mengancam keberlangsungan usaha masyarakat, khususnya sektor peternakan yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Senin, 22 Juni 2026

Salah seorang pelaku usaha peternakan di Cipatat mengaku mengalami keresahan serius akibat seringnya pemadaman listrik. Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan utama dalam operasional peternakan, mulai dari sistem penerangan, sirkulasi udara, hingga peralatan penunjang lainnya.

"Pemadaman lebih dari satu jam saja bisa berdampak fatal terhadap kondisi ternak. Risiko kematian massal sangat besar dan kerugian yang ditimbulkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Kami merasa sangat dirugikan," ujarnya.

Warga menilai kebijakan pemadaman bergilir tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak ekonomi yang ditanggung masyarakat. Mereka juga mempertanyakan bentuk tanggung jawab pihak PLN apabila gangguan pasokan listrik mengakibatkan kerugian usaha.

"Ketika pelanggan terlambat membayar tagihan, tindakan pemutusan dilakukan dengan cepat. Namun saat pelayanan listrik terganggu dan masyarakat mengalami kerugian besar, tidak ada kejelasan mengenai tanggung jawab maupun kompensasi," ungkap warga lainnya.

Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat. Pelaku usaha kecil, peternak, dan warga terdampak mendesak pihak manajemen PLN untuk segera turun ke lapangan, melakukan evaluasi terhadap kebijakan pemadaman bergilir, serta memberikan solusi konkret agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak lumpuh.

Warga juga meminta adanya transparansi terkait penyebab pemadaman serta jadwal yang jelas agar masyarakat dapat melakukan antisipasi dan meminimalisir kerugian.

Sementara itu, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen PLN Rajamandala. Namun saat mendatangi kantor setempat, pihak yang bersangkutan tidak berada di tempat dengan alasan sedang mengikuti rapat di regional Cimahi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat dan dampak yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik bergilir di wilayah Kecamatan Cipatat. ***Red
Share:

Sabtu, 20 Juni 2026

MIRIS, PENCIPTA KARATAGAN BANDUNG BARAT SEAKAN TERLUPAKAN

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT – Di tengah semarak perayaan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19, muncul kisah yang menyita perhatian publik. H. Ase Rukmantara, pencipta lagu Karatagan Bandung Barat yang selama ini menjadi simbol semangat, kebanggaan, dan identitas masyarakat Bandung Barat, mengaku belum mendapatkan apresiasi yang layak atas karya besarnya tersebut.

Ironisnya, saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat, H. Ase Rukmantara dikabarkan harus menyewa kendaraan sendiri dan menggunakan kursi roda untuk dapat hadir dalam kegiatan yang turut membesarkan namanya sebagai seniman dan pencipta lagu daerah.

Lagu Karatagan Bandung Barat sendiri telah lama menjadi bagian dari berbagai kegiatan resmi pemerintah daerah, acara seremonial, hingga momentum penting yang berkaitan dengan Kabupaten Bandung Barat. Namun, menurut pengakuannya, hingga saat ini dirinya belum pernah merasakan bentuk penghargaan yang memadai, termasuk terkait royalti maupun apresiasi resmi dari pemerintah daerah atas karya yang telah menjadi aset budaya masyarakat Bandung Barat.

Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai para seniman dan budayawan yang telah memberikan kontribusi besar bagi daerah seharusnya mendapatkan perhatian serta penghargaan yang setimpal. Terlebih, karya yang mereka ciptakan telah menjadi identitas dan kebanggaan daerah yang terus digunakan hingga saat ini.

Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi semua pihak agar lebih menghargai para pelaku seni dan budaya yang telah berkontribusi dalam membangun karakter serta identitas daerah. Apresiasi tidak hanya berupa penghargaan simbolis, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap hak-hak pencipta yang telah mengabdikan karya dan dedikasinya untuk masyarakat.

Di momentum Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-19 ini, harapan pun muncul agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada para seniman dan budayawan, termasuk H. Ase Rukmantara, yang telah mengharumkan nama Bandung Barat melalui karya-karyanya. ***Red

Share:

Saat Giat Bersih-Bersih Eceng Gondok di Ciminyak, Rudy Praja Soroti Ancaman Terhadap Turbin PLTA

Bandung Barat, KabarCiepat.com – Kegiatan pembersihan eceng gondok di kawasan perairan Ciminyak menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi infrastruktur vital pembangkit listrik. Dalam kegiatan tersebut, pegiat lingkungan Rudy Praja menyoroti dampak serius pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali terhadap operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Minggu, 14/6/2026

Menurut Rudy, eceng gondok yang menutupi permukaan perairan dapat menghambat aliran air dan berpotensi terbawa menuju saluran intake PLTA. Jika dibiarkan menumpuk, tanaman air tersebut dapat mengganggu kinerja peralatan hingga berisiko merusak turbin pembangkit.

"Eceng gondok yang tidak terkendali bukan hanya mengganggu lingkungan perairan, tetapi juga dapat berdampak pada operasional PLTA. Tumpukan eceng gondok dapat menghambat aliran air dan berpotensi mengganggu bahkan merusak komponen turbin jika tidak dibersihkan secara rutin," ujar Rudy Praja di sela kegiatan bersih-bersih eceng gondok di Ciminyak.

Ia menjelaskan, kegiatan pembersihan eceng gondok merupakan langkah nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mencegah kerugian yang lebih besar terhadap sektor energi. Selain menghambat aliran air, eceng gondok juga sering menjadi tempat menumpuknya sampah yang dapat memperparah kondisi perairan.

Rudy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga kebersihan sungai dan waduk agar penyebaran eceng gondok dapat dikendalikan. Menurutnya, penanganan masalah ini tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.

"Perlu kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pengelola PLTA. Selain pembersihan rutin, eceng gondok juga bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi sehingga keberadaannya dapat dikendalikan secara berkelanjutan," tambahnya.

Kegiatan bersih-bersih eceng gondok di Ciminyak tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat karena dinilai mampu membantu menjaga kebersihan perairan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan demi keberlangsungan sumber daya alam dan infrastruktur vital yang ada di sekitarnya.***(Red)
Share:

Polsek Sindangbarang Panen 5 Ton Jagung Hibrida, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

KabarCieapat.com || CIANJUR – Jajaran Polsek Sindangbarang Polres Cianjur bersama Kelompok Tani (Poktan) Mitra Bahari berhasil melaksanakan panen jagung hibrida di lahan non baku sawah (Non LBS) seluas 1 hektare yang berlokasi di Kampung Bunisari RT 002/004, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Selasa (9/6/2026).

Panen tersebut merupakan hasil penanaman yang dilakukan sejak 20 Desember 2025. Dari lahan seluas 10.000 meter persegi tersebut, diperoleh hasil panen jagung pipil kering yang diperkirakan mencapai 5 ton.

Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kapolsek Sindangbarang, Iptu Dadang Arifin, S.H., didampingi Kanit Binmas Andik Santoso, Bhabinkamtibmas Desa Jayagiri Aipda Edi Lazuardi, Bripka Jajat Hermawan, perwakilan Gapoktan, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sindangbarang. Sebanyak 10 petani anggota Poktan Mitra Bahari yang diketuai Wibowo H turut terlibat dalam pengelolaan lahan tersebut.

Kapolsek Sindangbarang Iptu Dadang Arifin mengatakan, kegiatan panen ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan non produktif menjadi lahan pertanian yang menghasilkan.

“Alhamdulillah, hasil panen jagung hibrida kali ini cukup baik dengan estimasi mencapai 5 ton. Ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, penyuluh pertanian, dan kelompok tani mampu meningkatkan produktivitas lahan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Jayagiri Aipda Edi Lazuardi menjelaskan bahwa pendampingan kepada petani dilakukan secara berkelanjutan mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga pasca panen. Langkah tersebut dilakukan agar para petani dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus memperoleh akses pemasaran yang lebih baik.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Program “Polri Penggerak Ketahanan Pangan” yang dijalankan Polsek Sindangbarang diharapkan mampu mendorong optimalisasi lahan tidur menjadi lahan produktif serta memperkuat upaya swasembada pangan di Kabupaten Cianjur. ***Red/YF
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa