Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Sabtu, 20 Juni 2026

Diduga Jadi Tempat Penjualan Obat Keras Terlarang, Warga Cililin Desak APH Segera Turun Tangan

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT – Keresahan mendalam tengah menyelimuti warga di sekitar Jalan Raya Pasir Meong, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Sebuah kios yang berkamuflase dengan spanduk layanan agen perbankan dan seluler diduga kuat beralih fungsi menjadi sarang transaksi peredaran Obat Keras Terlarang (OKT) atau obat-obatan daftar G tanpa izin resmi. Selasa, 16/06/2026

​Aktivitas mencurigakan di kios tersebut terekam dalam sebuah dokumentasi video yang beredar. Dalam rekaman tersebut, tampak bagian dalam etalase kaca dipenuhi oleh tumpukan kotak putih bergaris cokelat dalam jumlah besar yang diduga merupakan kemasan obat-obatan tersebut. Kios ini juga terlihat kerap didatangi oleh sejumlah pemuda untuk melakukan transaksi.

​Menurut informasi dari warga setempat yang enggan disebutkan namanya, aktivitas di toko tersebut dinilai sangat meresahkan karena menyasar kalangan remaja dan dikhawatirkan dapat memicu peningkatan angka kriminalitas serta merusak masa depan generasi muda di wilayah Cililin.

​Menyikapi kondisi yang kian mengkhawatirkan ini, warga Pasir Meong mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) beserta jajaran satuan terkait untuk segera mengambil tindakan tegas. Warga meminta adanya penggerebekan, pemeriksaan izin, serta penutupan tempat tersebut guna memberikan efek jera dan mengembalikan rasa aman di lingkungan masyarakat.

​Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak kepolisian dan otoritas setempat dapat merespons cepat aduan ini sebelum terjadi aksi main hakim sendiri dari masyarakat yang sudah habis kesabarannya. ***Red/iki

Share:

Jumat, 19 Juni 2026

SDN 2 Rajamandala Cetak Generasi Berprestasi, 118 Siswa Siap Lanjut ke Jenjang Berikutnya

KabarCiepat.com || Bandung Barat – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Rajamandala menggelar acara pelepasan siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Sabtu (20/6/2026). Sebanyak 118 siswa yang terdiri dari tiga rombongan belajar, yakni Kelas A, B, dan C, secara resmi dilepas dalam sebuah acara yang berlangsung meriah dan penuh haru.

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan SDN 2 Rajamandala, Jalan Stasiun Kampung Pakemitan RW 13, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat tersebut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas siswa. Mulai dari seni tari, seni bela diri, drama, hingga penampilan drumband kebanggaan sekolah yang selama ini selalu hadir dalam berbagai upacara maupun peringatan hari-hari besar nasional.

Acara pelepasan diselenggarakan oleh panitia yang dibentuk dari unsur Komite Sekolah dan Koordinator Kelas (Korlas) bersama para orang tua siswa. Kegiatan berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Polsek Cipatat, Camat Cipatat, Koramil Cipatat, pengurus PGRI dan Pengawas Bina Gugus 2 Cipatat, Kepala Desa Rajamandala Kulon, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para orang tua siswa kelas VI.

Kepala SDN 2 Rajamandala, Elis Ernawati, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Komite Sekolah, para Korlas, dan seluruh orang tua siswa yang telah menjadi penyelenggara kegiatan pelepasan ini. Terima kasih juga kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan SDN 2 Rajamandala yang telah bersama-sama menjalankan tugas mulia dalam mendidik dan menanamkan ilmu kepada para siswa," ujarnya.

Menurut Elis Ernawati, keberhasilan para siswa hingga lulus dari jenjang sekolah dasar merupakan hasil kerja sama semua pihak dalam menciptakan generasi yang berprestasi dan berkarakter.

Ia juga menyampaikan pesan kepada para siswa yang telah dinyatakan lulus agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta senantiasa menjaga nama baik sekolah.

"Kami bangga kepada anak-anak yang hari ini dilepas. Semoga jejak positif yang telah ditinggalkan dapat menjadi teladan bagi adik-adik kelasnya, terus berprestasi, mengharumkan nama sekolah, serta tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Acara pelepasan berlangsung dengan penuh haru dan kebanggaan. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan para siswa di bangku sekolah dasar sekaligus menjadi langkah awal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk meraih cita-cita mereka di masa depan. ***Red
Share:

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Cianjur Wujudkan Mimpi Warga Bertemu Bintang Persib Bandung

KabarCiepat.com || Cianjur – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Cianjur menggelar kegiatan Polres Fun Football yang berlangsung meriah di Kobe Mini Soccer, Cikaret, Minggu (20/6/2026). Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat dan menjadi momentum istimewa karena berhasil mewujudkan keinginan warga Cianjur untuk bertatap muka langsung dengan para pemain idola Persib Bandung.

Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan olahraga dan hiburan yang positif.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan sekaligus menjadi bentuk perhatian kami kepada masyarakat Cianjur yang selama ini ingin bertemu langsung dengan para pemain Persib Bandung. Alhamdulillah hari ini masyarakat bisa hadir, berinteraksi, dan berfoto bersama para pemain," ujar Kapolres.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pemain Persib Bandung turut hadir dan menyapa masyarakat, di antaranya Adam Alis, Kakang Rudianto, Robi Darwis, Ryan Kurnia, serta legenda Persib asal Cianjur, Atep. Kehadiran mereka disambut antusias ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Salah satu pemain yang hadir, Adam Alis, turut memberikan dukungan terhadap persiapan tim dalam menghadapi kompetisi Asia musim mendatang. Menurutnya, sosok yang nantinya menggantikan figur penting di dalam tim harus memiliki jiwa kepemimpinan, ketegasan, dan mampu menjaga kekompakan skuad.

"Di mana pun beliau berada, kita doakan sukses. Yang menggantikan posisi tersebut harus memiliki jiwa kepemimpinan, ketegasan, dan mental seorang pemimpin," ujar Adam Alis.

Ia menilai seorang pemimpin di dalam tim tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu menciptakan suasana yang nyaman sehingga para pemain dapat tampil lebih rileks dan maksimal di lapangan.

Selain itu, Adam Alis berharap manajemen dapat memperkuat skuad dengan mendatangkan pemain-pemain berkualitas yang memiliki pengalaman di level tinggi.

"Harapannya ada pemain yang kompetitif, bahkan kalau bisa pemain yang pernah bermain di liga-liga Eropa atau pemain kelas dunia," katanya.

Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi Persib pada kompetisi Asia akan jauh lebih berat dibandingkan kompetisi domestik sehingga persiapan matang menjadi faktor yang sangat penting.

"Kita akan menghadapi kompetisi Asia yang levelnya lebih tinggi. Kalau selama ini kita sudah menjadi naga di liga, sekarang saatnya menjadi naga di Asia," ungkapnya.

Terkait persiapan tim, Adam Alis menyebut para pemain saat ini masih menjalani masa libur setelah kompetisi berakhir. Program latihan dan persiapan menghadapi musim baru dijadwalkan dimulai setelah 7 Juli mendatang.

Suasana penuh keakraban terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto, meminta tanda tangan, dan berinteraksi langsung dengan para pemain yang selama ini hanya mereka saksikan di lapangan maupun melalui layar televisi.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 melalui kegiatan Polres Fun Football menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan positif yang memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan sinergitas antara kepolisian, insan olahraga, serta masyarakat. ***YF
Share:

Dadan Supardan: Usia 19 Tahun Jadi Momentum Bandung Barat Menentukan Masa Depan

KabarCiepat.com || Bandung Barat – Memperingati Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Dadan Supardan, menyampaikan pandangan filosofis mengenai usia 19 tahun yang dinilai sebagai momentum kedewasaan daerah dalam menentukan arah pembangunan di masa depan.

Menurut Dadan, usia 19 tahun memiliki dua makna filosofis yang penting bagi perjalanan Kabupaten Bandung Barat. Pertama, usia 19 tahun merupakan simbol “umur baligh daerah”, yakni fase kedewasaan yang menandai Kabupaten Bandung Barat telah matang secara administratif dan pemerintahan sejak resmi dimekarkan dari Kabupaten Bandung pada tahun 2007.

“19 tahun itu umur baligh, umur lepas dari popok. Artinya Bandung Barat sudah dewasa dan saatnya menentukan sendiri masa depannya. Pertanyaannya, Bandung Barat mau menjadi apa dalam 20 tahun ke depan?” ujar Dadan.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Bandung Barat harus mampu bertransformasi menjadi laboratorium pertanian modern sekaligus ruang hidup bagi generasi muda. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada sektor wisata maupun industri semata.

“Kita ingin anak-anak muda Bandung Barat bisa hidup, bekerja, dan berkarya di daerahnya sendiri tanpa harus bermigrasi ke luar daerah. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” katanya.

Makna filosofis kedua dari angka 19, lanjut Dadan, adalah “1-9” yang dimaknai sebagai satu tekad dan sembilan penjuru. Satu tekad tersebut adalah mewujudkan Bandung Barat yang maju, sedangkan sembilan penjuru melambangkan pemerataan pembangunan ke seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.

“Tidak boleh lagi ada dikotomi antara KBB utara dan KBB selatan. Dari Lembang sampai Rongga, dari Batujajar sampai Cipeundeuy, seluruh masyarakat harus merasakan kemajuan yang sama,” tegasnya.

Dadan menilai usia 19 tahun merupakan usia yang identik dengan keberanian mengambil risiko dan menentukan arah masa depan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lagi menjadikan Bandung Barat sebagai daerah yang hanya mengikuti perkembangan daerah lain.

“Mulai hari ini Bandung Barat berhenti menjadi ‘anaknya Bandung’. Bismillah, kita siap menjadi bapaknya masa depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa istilah “bapaknya masa depan” bukan berarti Bandung Barat ingin melepaskan diri dari Jawa Barat, melainkan menjadi daerah yang berani mengambil tanggung jawab sebagai pelopor pembangunan, khususnya di bidang pertanian modern.

“Bapak di sini artinya penanggung jawab. KBB yang sudah dewasa harus berani menjadi pionir pertanian modern di Jawa Barat. Kita tetap anak yang baik, tetapi anak yang sudah dewasa harus mampu membantu orang tuanya,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret mewujudkan konsep laboratorium pertanian modern, Dadan menawarkan tiga program utama, yakni pendirian Akademi Petani Muda di Lembang yang fokus pada hidroponik dan agroteknologi, pembangunan platform digital bagi petani di Padalarang agar dapat menjual hasil panen tanpa perantara, serta riset bersama perguruan tinggi terkait kondisi tanah di wilayah Bandung Barat bagian selatan.

“Ini bukan sekadar slogan. Ada program yang bisa diwujudkan sehingga Bandung Barat benar-benar menjadi laboratorium pertanian modern,” katanya.

Menutup pernyataannya, Dadan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengonstruksi kembali masa depan Kabupaten Bandung Barat sesuai dengan cita-cita pemekaran yang telah diperjuangkan 19 tahun silam.

“Sudah saatnya Bandung Barat bertransformasi, dari sekadar titik di peta geografis menjadi ruang hidup yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga,” pungkasnya. ***Red 

Share:

Polri Hadir di Tengah Petani, Panen Jagung Hibrida Digelar di Sukanagara

Kabarciepat.com || Cianjur – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polri melalui pendampingan kepada kelompok tani. Salah satunya dilakukan Polsek Sukanagara Polres Cianjur yang turut mendampingi kegiatan panen raya jagung hibrida di Kampung Parabon RT 01/01, Desa Sukarame, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Sabtu (20/6/2026).

Panen dilaksanakan di lahan seluas 6.000 meter persegi milik tiga petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Agro Taruna Tani yang diketuai oleh A. Mudrik, S.Ag., M.M. Jagung hibrida yang ditanam sejak 30 Oktober 2025 tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 2 ton pipilan kering.

Kegiatan panen mendapat pendampingan langsung dari Bhabinkamtibmas Desa Sukarame, Aiptu Irfan Ardiansyah, mewakili Kapolsek Sukanagara AKP Dedi. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan kepada para petani dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

Aiptu Irfan Ardiansyah menyampaikan bahwa secara umum proses budidaya hingga panen berjalan dengan baik. Meski sempat menghadapi kendala akibat curah hujan yang tinggi serta serangan hama burung, para petani mampu mengatasinya sehingga hasil panen tetap optimal.
“Alhamdulillah panen berjalan lancar. Kendala hanya curah hujan tinggi dan serangan hama burung, namun dapat diatasi oleh para petani,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Polsek Sukanagara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program ketahanan pangan dengan melakukan pendampingan kepada kelompok tani, mulai dari proses penanaman hingga masa panen.

Sinergi antara Polri, kelompok tani, dan pemerintah desa ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap program swasembada pangan nasional sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian. ***Red

Hashtag: #SwasembadaPanganBiroSDMPoldaJabar
#KetahananPanganBiroSDMPoldaJabar
#PolriUntukMasyarakat
#PolresCianjur
#KetahananPangan
#PanenJagung
#Cianjur
Share:

RBUC Soroti Melemahnya Kontrak Sosial, Kelas Produktif Dinilai Belum Menjadi Prioritas Negara

KabarCiepat.com || CIANJUR – Tim Sorotan Rumah Bersama Urang Cianjur (RBUC) merilis sebuah kajian berjudul "Menggugat Kontrak Sosial: Ketika Kelas Produktif Membiayai Negara, tetapi Tidak Menjadi Prioritas Negara". Kajian tersebut mengulas hubungan antara masyarakat sebagai penyumbang utama pembiayaan negara dan pemerintah sebagai pengelola mandat publik. 

Dalam kajian yang ditulis oleh Ridwan Marcell, Analis RBUC sekaligus pengurus LBH Cianjur, dijelaskan bahwa negara modern berdiri di atas prinsip kontrak sosial, yakni kesepakatan antara rakyat dan pemerintah untuk mewujudkan keadilan, ketertiban, dan kesejahteraan bersama. Salah satu bentuk nyata kontrak sosial tersebut adalah kewajiban masyarakat membayar pajak yang kemudian digunakan negara untuk menyediakan pelayanan publik dan perlindungan hukum. 

Menurut kajian tersebut, kelompok yang disebut sebagai kelas produktif, seperti petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, pekerja swasta, profesional, hingga pelaku usaha, merupakan fondasi utama perekonomian nasional. Dari aktivitas ekonomi kelompok inilah negara memperoleh sebagian besar sumber pendapatannya melalui pajak dan berbagai instrumen penerimaan lainnya. 

Namun demikian, RBUC menilai terdapat gejala pelemahan kontrak sosial yang ditandai dengan masih tingginya praktik korupsi, rendahnya akuntabilitas publik, birokrasi yang belum sepenuhnya responsif, serta ketimpangan distribusi manfaat pembangunan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan jarak antara masyarakat yang membiayai negara dan institusi yang mengelola negara. 

Kajian tersebut juga menyoroti fenomena principal-agent problem dalam tata kelola pemerintahan, di mana pejabat publik yang seharusnya menjalankan mandat rakyat berpotensi memiliki agenda yang berbeda ketika sistem pengawasan tidak berjalan efektif. Akibatnya, kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi dapat menggeser kepentingan publik. 

Sebagai solusi, RBUC mendorong rekonstruksi kontrak sosial melalui empat agenda utama, yakni memperluas transparansi anggaran dan kebijakan publik, mempercepat digitalisasi pelayanan publik, memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap korupsi, serta memastikan kebijakan pembangunan berpihak pada penguatan kelas produktif sebagai fondasi ekonomi nasional. 

Ridwan Marcell menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak diukur dari besarnya kekuasaan yang dimiliki negara, melainkan dari seberapa konsisten negara menjalankan mandat yang diberikan rakyat. Menurutnya, reformasi yang paling mendesak saat ini bukan sekadar memperbesar kapasitas negara, tetapi memperkuat akuntabilitas negara kepada masyarakat sebagai sumber legitimasi, kedaulatan, dan pembiayaan negara. 

Kajian ini dipublikasikan oleh Tim Sorotan Rumah Bersama Urang Cianjur (RBUC) sebagai bahan refleksi publik mengenai pentingnya membangun hubungan yang lebih adil, transparan, dan akuntabel antara negara dan masyarakat di tengah tantangan demokrasi dan pembangunan saat ini. ***Jhd
Share:

Kamis, 18 Juni 2026

Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek Naringgul Bantu Kelompok Tani dengan Alsintan

KabarCiepat.com || CIANJUR – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Kapolsek Naringgul, IPTU Ayi Supriatna, S.E., menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada Kelompok Tani Binangkit, Desa Margasari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Kamis (18/6/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Pertanian Kecamatan Naringgul dan disaksikan oleh Ketua Balai Penyuluhan dan Pelatihan Pertanian (BLPP) Kecamatan Naringgul, Ugan. Bantuan alsintan tersebut diterima langsung oleh Ketua Kelompok Tani Binangkit, Iyep Rusandi.

Dalam kesempatan tersebut, IPTU Ayi Supriatna berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani serta dirawat dengan baik agar memiliki manfaat jangka panjang.

“Semoga alsintan ini dapat membantu meringankan pekerjaan para petani, meningkatkan efisiensi dalam pengolahan lahan, serta mendukung peningkatan hasil produksi pertanian di Kecamatan Naringgul,” ujar IPTU Ayi Supriatna.

Ia menegaskan, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai program pemerintah, termasuk sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.

Melalui bantuan tersebut, diharapkan para petani dapat semakin termotivasi dalam mengelola lahan pertanian sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Naringgul.

Kegiatan penyerahan bantuan alsintan berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari kelompok tani penerima manfaat.
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa