Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Jumat, 05 Juni 2026

PPPK Paruh Waktu KBB Pertanyakan Gaji ke-13, Riki Triyadi: Status ASN Jangan Hanya Formalitas, merasa di anak tirikan

Bandung Barat, KabarCiepat.com – Terbitnya Peraturan Bupati Bandung Barat Nomor 7 Tahun 2026 tentang Teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji Ketiga Belas Tahun Anggaran 2026 memunculkan kekecewaan di kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Salah seorang PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Bandung Barat yang juga Ketua Forum Guru dan Tenaga Kependidikan (FGTK) Kabupaten Bandung Barat, Riki Triyadi, menilai kebijakan tersebut belum memberikan rasa keadilan bagi PPPK Paruh Waktu yang saat ini telah berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Riki, dalam Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2026, PPPK Paruh Waktu dipastikan menerima THR. Namun, pada ketentuan mengenai gaji ke-13, PPPK Paruh Waktu tidak tercantum sebagai penerima, sehingga menimbulkan pertanyaan dan kekecewaan di kalangan pegawai.

“Kami ini ASN. Status kami jelas sebagai PPPK Paruh Waktu, tetapi kenapa untuk gaji ke-13 tidak mendapatkan hak yang sama? Padahal kami juga menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Riki, Sabtu (6/6/2026).

Ia menilai kebijakan tersebut terkesan diskriminatif terhadap PPPK Paruh Waktu. Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya memberikan perlakuan yang setara kepada seluruh ASN, terlebih setelah pemerintah pusat memberikan pengakuan resmi terhadap status PPPK Paruh Waktu.

Riki juga menyoroti adanya petunjuk teknis dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan terkait pelaksanaan pembayaran gaji ke-13 aparatur negara tahun 2026. Menurutnya, di sejumlah daerah terdapat pemerintah daerah yang berupaya memastikan hak THR dan gaji ke-13 dapat diberikan kepada seluruh ASN, termasuk PPPK Paruh Waktu, sesuai kemampuan keuangan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami berharap ada peninjauan kembali atau revisi aturan. Jangan sampai PPPK Paruh Waktu hanya diakui sebagai ASN ketika dibutuhkan, tetapi hak-haknya tidak diberikan secara proporsional. Kami ingin ada kejelasan dan keadilan bagi seluruh PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Bandung Barat,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan Peraturan Bupati Bandung Barat Nomor 7 Tahun 2026 yang merupakan turunan dari kebijakan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah mengatur mekanisme pembayaran THR dan gaji ke-13 bagi aparatur di lingkungan Pemkab Bandung Barat. Regulasi tersebut juga menjadi dasar pencairan THR yang sebelumnya telah dipastikan diterima oleh ASN, termasuk PPPK Paruh Waktu.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terkait aspirasi PPPK Paruh Waktu yang mempertanyakan tidak masuknya mereka sebagai penerima gaji ke-13 dalam regulasi tersebut. ***Red/Asol

Share:

PPPK Paruh Waktu Bandung Barat Dipastikan Terima THR, Namun Belum Masuk Penerima Gaji Ke-13

Bandung Barat, KabarCiepat.com – Kabar terkait hak PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai menemui kejelasan setelah terbitnya Peraturan Bupati Bandung Barat Nomor 7 Tahun 2026 tentang Teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji Ketiga Belas yang bersumber dari APBD Tahun 2026.

Dalam regulasi tersebut, PPPK Paruh Waktu secara tegas masuk dalam daftar penerima THR. Bahkan pada Pasal 3 ayat (6) disebutkan bahwa THR bagi PPPK Paruh Waktu diberikan sebesar penghasilan yang diterima dalam satu bulan berdasarkan perjanjian kerja.

Namun demikian, PPPK Paruh Waktu tidak tercantum dalam daftar penerima Gaji Ketiga Belas. Pada Pasal 2 ayat (2), penerima Gaji Ke-13 hanya meliputi PNS, CPNS, PPPK, kepala daerah, pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan BLUD, serta pegawai non-ASN pada BLUD.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan PPPK Paruh Waktu, mengingat mereka telah diakomodasi sebagai penerima THR tetapi belum masuk dalam kategori penerima Gaji Ke-13 sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati tersebut.

Dengan demikian, berdasarkan Perbup Bandung Barat Nomor 7 Tahun 2026, PPPK Paruh Waktu berhak menerima THR, namun belum diatur sebagai penerima Gaji Ke-13. ***Red 
Share:

Dapur SPPG Sirnagalih Dipastikan Layak, Tim Monev Kecamatan Cipongkor Lakukan Klarifikasi Pemberitaan

KabarCiepat.com || Bandung Barat – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Cipongkor melaksanakan pengecekan langsung terkait pemberitaan mengenai kondisi dapur SPPG Sirnagalih yang disebut menggunakan air isi ulang berlumut untuk kebutuhan dapur, Jumat (5/6/2026).

Kapolsek Cipongkor AKP Solehudin, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 14.26 WIB bersama unsur Forkopimcam dan petugas kesehatan dari Puskesmas Cipongkor.

“Pada hari ini Jumat tanggal lima Juni dua ribu dua puluh enam pukul empat belas dua puluh enam menit, telah dilaksanakan monitoring dan evaluasi terkait pemberitaan dapur SPPG Sirnagalih bahwa menurut pemberitaan dapur SPPG dimaksud menggunakan air isi ulang dan berlumut,” ujar AKP Solehudin, S.E.

Dalam pengecekan tersebut, petugas dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Cipongkor melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan air di dapur SPPG Sirnagalih. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa air isi ulang yang digunakan dinilai layak untuk kebutuhan mencuci peralatan makan dan dapur.
Sementara itu, untuk kebutuhan bahan memasak, dapur SPPG diketahui menggunakan air kemasan merek Le Minerale sehingga dinilai aman untuk digunakan dalam proses pengolahan makanan.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Dinas Kesehatan, yakni petugas Puskesmas Cipongkor, bahwa air isi ulang tersebut layak digunakan untuk cuci piring, sedangkan untuk bahan memasak menggunakan air kemasan merek Le Minerale,” lanjutnya.

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut melibatkan Tim Monev Kecamatan Cipongkor yang terdiri dari Camat Cipongkor Ilman Sulaiman, Kapolsek Cipongkor AKP Sholehuddin, Kepala Puskesmas Cipongkor Yuyun S., serta petugas kesehatan lingkungan Fajar Ramdhani.

Berita acara hasil monitoring dibuat sebagai bahan tindak lanjut dan klarifikasi atas informasi yang beredar di masyarakat. ***Riki
Share:

Terinspirasi Alam untuk Iklim dan Masa Depan, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut dan Forkopimcam Cikajang Tanam Harapan di Kawasan Sumber Air

KabarCiepat.com || GARUT – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kecamatan Cikajang tidak berhenti pada seremonial dan slogan semata. Mengusung tema global “Inspired by Nature, For Climate, For Our Future”, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut bersama Forkopimcam Cikajang menerjemahkan semangat tersebut melalui aksi nyata penanaman dan pemeliharaan pohon di kawasan Puncak Batu Tamansari, Kampung Ciarileu, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jumat (5/6/2026).

Kawasan yang dipilih sebagai lokasi kegiatan memiliki fungsi ekologis penting sebagai daerah tangkapan air dan sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat sekitar. Di tengah ancaman perubahan iklim, berkurangnya tutupan vegetasi, serta meningkatnya risiko krisis air, upaya pemulihan kawasan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Puluhan pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, di antaranya jenis Eukaliptus Rainbow dan Beringin yang dikenal memiliki manfaat ekologis dalam memperkuat struktur tanah, menjaga ketersediaan air, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Kegiatan dihadiri Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, perwakilan Dinas Kehutanan Cabang Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Forkopimcam Cikajang, para kepala UPT, siswa sekolah dasar, tokoh masyarakat, hingga pegiat lingkungan yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bumi.

Camat Cikajang, Riyana Tasripin, mengatakan bahwa tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengandung pesan penting bahwa alam bukan hanya objek yang dimanfaatkan manusia, melainkan sumber inspirasi yang harus dijaga bersama.

“Hari ini kita belajar langsung dari alam. Alam mengajarkan bahwa kehidupan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud ketika manusia menjaga keseimbangannya. Karena itu kami sangat mengapresiasi Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut yang secara konsisten tidak hanya menanam, tetapi juga melakukan pemeliharaan. Kegiatan ini menjadi contoh bahwa kepedulian lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang berkelanjutan,” ujar Riyana.

Menurutnya, upaya menjaga kawasan sumber air merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia seharusnya menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata.

“Tahun ini kita diajak kembali belajar dari alam. Alam selalu memberi tanpa meminta balasan. Namun ketika keseimbangannya terganggu, manusia yang pertama kali merasakan dampaknya.
Karena itu kami memilih memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan kerja nyata di lapangan. Menanam pohon di kawasan sumber air berarti menjaga kehidupan, menjaga pangan, menjaga udara, dan menjaga masa depan,” ungkapnya.
Menurut H. Jaeni, gerakan penghijauan yang dilakukan bukan sekadar menanam pohon, melainkan membangun kesadaran kolektif bahwa kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Dalam kesempatan tersebut, unsur Forkopimcam Cikajang juga melakukan penanaman simbolis tiga pohon beringin. Pohon beringin dipilih karena memiliki nilai ekologis dan filosofis yang kuat. Selain berperan penting dalam menjaga tata air dan memperkuat ekosistem, beringin juga melambangkan keteduhan, kekuatan, perlindungan, serta keberlanjutan kehidupan.

Tiga pohon beringin yang ditanam menjadi simbol sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan komunitas lingkungan dalam menjaga bumi. Sebuah pesan bahwa menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus menjadi gerakan bersama.

Kehadiran para siswa sekolah dasar dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dari upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Sebab masa depan bumi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan hari ini, tetapi juga oleh nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi penerus.

Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, kegiatan di Puncak Batu Tamansari menjadi bukti bahwa langkah sederhana seperti menanam dan merawat pohon dapat menjadi kontribusi besar bagi masa depan. Sebagaimana tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, alam telah memberikan inspirasi, dan kini saatnya manusia menjawab inspirasi tersebut melalui tindakan nyata.

Karena sesungguhnya, menjaga alam bukan hanya tentang menyelamatkan pohon, melainkan memastikan sumber air tetap mengalir, udara tetap bersih, dan kehidupan tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Bersama Menanam, Bersama Menjaga, Bersama Mewariskan Kehidupan. ***Red/YF
Share:

Selasa, 02 Juni 2026

Kapolsek Sindangkerta Hadiri Sosialisasi Operasional Kuari Gunung Karang di Bandung Barat

KabarCiepat.com || Bandung Barat – Kapolsek Sindangkerta AKP Sholehuddin, S.E., menghadiri kegiatan sosialisasi terkait operasional kuari Gunung Karang yang berlangsung di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Selasa (3/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimcam, perwakilan perusahaan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang turut menyimak pemaparan mengenai rencana dan operasional aktivitas kuari di kawasan Gunung Karang.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Sindangkerta menyampaikan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah serta mengedepankan komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan pihak perusahaan agar setiap kegiatan operasional dapat berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.

“Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh pihak dapat memahami tujuan kegiatan serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat,” ujar AKP Sholehuddin, S.E.

Kegiatan berlangsung dengan suasana tertib dan penuh dialog. Sejumlah masukan dan aspirasi dari masyarakat juga menjadi perhatian dalam pembahasan sosialisasi tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi antara seluruh pihak demi mendukung pembangunan yang tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Bandung Barat. ***Riki 
Share:

Warga Cianjur Ditemukan di Kawasan Gunung Salak Sukabumi,Hilang 3 Tahun Yang Lalu

KabarCiepat.com || SUKABUMI – Seorang pria asal Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, bernama Ayi Solehudin (49), ditemukan dalam kondisi selamat di kawasan Gunung Salak, tepatnya di Ciparigirang, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Ayi ditemukan warga pada Senin (25/5) pagi dalam kondisi lemas, pakaian basah, dan tanpa alas kaki. Penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh relawan dan warga setempat hingga proses evakuasi berhasil dilakukan.

Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu, Muh Irfan Maulana Mengatakan:

"Yang menemukan awalnya dua orang ketika hendak mengecek air. Sesudah itu, laporlah ke RT, terus bawa makanan dulu, lapor ke saya. Saya lapor lagi ke relawan yang ada di desa kemudian dievakuasi, dikasih makan, dikasih baju."

Setelah dilakukan penelusuran identitas melalui pemindaian sidik jari dan retina mata, diketahui bahwa pria tersebut merupakan warga Kabupaten Cianjur yang telah dilaporkan hilang sekitar tiga tahun lalu.
"Kami kerja sama dengan pihak Paguyuban Ambulans Cianjur dengan relawan di Cianjur, Informasi itu kami share terus. Alhamdulillah akhirnya pihak keluarganya berhasil ditemukan," kata Irfan.

Keluarga kemudian datang ke Kecamatan Cicurug untuk menjemput Ayi dan membawanya pulang ke Cianjur.

Sementara itu Kepala Puskesmas Campaka Dr Tito mengatakan saat di konfirmasi lewat sambungan telfon,bahwa yang bersangkutan punya riwayat kejiwaan dan sudah pernah di rawat Di RSJ Cisarua lembang bandung.

"Pak ayi itu dulu pernah di obati dan di rawat sampai kondisinya pulih dan di pulangkan kepada pihak keluarga,Awalnya sebelum beliau itu mengalami gangguan kejiwaan sempat bekerja di Toko Grosir milik Saudaranya lalu berhenti dan pernah ngojek juga,mungkin karena tuntutan dan beban hidup sehingga dia mengalami depresi,awalnya hanya linglung lalu sering menghilang dan pernah sampai ke Cirebon juga,setelah di lakukan pengobatan dan perawatan kondisinya sudah membaik dan pulih sampai akhirnya menghilang dan tersiar kabar di temukan di Gunung Salak Sukabumi sekarang,"Pungkasnya. ***Yudi Farell
Share:

Pelajar Tawuran Saling Bacok-Lempar Batu Antar 2 Kelompok di Jalur Puncak Cianjur

KabarCiepat.com || Cianjur – Dua kelompok pelajar terlibat aksi tawuran di Jalan Raya Puncak, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Rabu (3/6/2026) pagi. Bahkan para pelajar tersebut nampak saling mengayunkan senjata tajam dan melempar batu, menyebabkan beberapa kendaraan yang melintas pun turut mengalami kerusakan.


Menurut Yudit (35), saksi, mengatakan awalnya salah satu kelompok pelajar SMA terlihat beriringan mengendarai sepeda motor dari arah Puncak menuju Cianjur.

Tampak pelajar yang belum diketahui asal sekolahnya tersebut sudah membawa berbagai jenis senjata tajam.

"Kejadian tadi sekitar jam 08.00 WIB. Total ada sekitar belasan siswa yang mengendarai sepeda motor. Mereka membawa celurit, golok, dan senjata tajam lainnya," kata Yudit, Rabu (3/6/2026).

Tepat di depan salah satu rumah makan di wilayah Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang, terdapat kelompok pelajar lain. Begitu keduanya bertemu, aksi tawuran pun terjadi.
"Ternyata di depan rumah makan ada kelompok pelajar lain. Begitu bertemu langsung mereka tawuran," kata dia.

Menurutnya, kedua kelompok pelajar yang mengenakan celana abu-abu tersebut saling serang dengan menggunakan senjata tajam. Bahkan mereka juga melemparkan batu yang ditemukan di sekitar lokasi tawuran.

Akibatnya, beberapa kendaran yang melintas turut mengalami kerusakan karena terkena lemparan batu.

"Cukup lama juga tawurannya. Warga pun tidak berani mendekat karena hampir semua pelajar tersebut bawa senjata tajam. Tadi terlihat ada siswa yang terkena bacok di bagian punggung. Kemudian ada mobil juga yang terkena lemparan batu," tambah dia.

Dia menjelaskan, para pelajar tersebut bubar dengan sendirinya usai salah satu kelompok kabur. "Begitu satu kelompok kabur, mereka langsung bubar," kata dia.

Menurutnya, kedua kelompok pelajar tersebut diduga sudah janjian, sebab baik kelompok pelajar yang mengendarai sepeda motor ataupun yang menunggu di depan rumah makan sudah siap membawa senjata tajam.

"Kedua kelompok bawa senjata tajam. Jadi kemungkinan memang sudah janjian sebelumnya," kata dia.

Sementara itu, Kapolsek Cugenang Kompol Usep Nurdin, mengatakan pihaknya akan menyelidiki asal sekolah dari kedua kelompok yang terlibat tawuran.

"Kami akan selidiki lebih lanjut aksi tawuran tersebut. Anggota sudah ke lokasi kejadian," pungkasnya.

Reporter Yudi Farell
Foto : dok.warga
Caption : Aksi tawuran pelajar di Cianjur
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa