Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Selasa, 26 Mei 2026

Rapat Pleno Penetapan Calon dan Penentuan Nomor Urut BPD Desa Ciptaharja Berlangsung Kondusif

KabarCiepat.com | Bandung Barat — Panitia Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ciptaharja menggelar rapat pleno penetapan calon sekaligus penentuan nomor urut calon anggota BPD periode 2026–2034, bertempat di aula Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Rabu, 26/5/2026

Kegiatan tersebut dihadiri panitia pelaksana, perangkat desa, para calon anggota BPD, tokoh masyarakat, serta unsur keamanan. Suasana rapat berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan.

Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Ciptaharja, Endang, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat pleno ini merupakan bagian penting dalam tahapan demokrasi desa guna menentukan calon anggota BPD yang akan mengikuti proses selanjutnya.

“Kami berharap seluruh tahapan pemilihan BPD dapat berjalan lancar, transparan, dan menjunjung tinggi kebersamaan demi terciptanya pemilihan yang demokratis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ciptaharja, Idham Martadinata, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah mendukung tahapan pemilihan BPD sehingga dapat berjalan lancar dan kondusif.

“Semoga proses pemilihan BPD ini dapat menghasilkan anggota yang amanah, mampu menampung aspirasi masyarakat, serta dapat bekerja sama membangun Desa Ciptaharja lebih baik ke depan,” katanya.

Bhabinkamtibmas Desa Ciptaharja, Aiptu Sutrisno, juga mengajak seluruh calon dan masyarakat untuk menjaga keamanan serta menjunjung tinggi sportivitas selama proses pemilihan berlangsung.

“Kami berharap seluruh tahapan pemilihan BPD dapat dilaksanakan dengan damai, menjaga persatuan, dan mengedepankan musyawarah demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam rapat pleno tersebut, panitia menetapkan sejumlah calon anggota BPD dari perwakilan kewilayahan dan perempuan. Setelah penetapan dilakukan, kegiatan dilanjutkan dengan pengundian nomor urut calon sebagai bagian dari tahapan pemilihan BPD Desa Ciptaharja.

Berdasarkan lampiran keputusan panitia Nomor 1/PAN-BPD/CHJ/V/2026, berikut daftar calon anggota BPD perwakilan kewilayahan:

1. Heryana
2. Dadan Saripudin
3. Aep Saepudin
4. Asep Wahyuli
5. Hario Setia Ariana
6. Ajeng Iis Habibah
7. Kanudin Mulyadi
8. M Hadi
9. Murni Abadi
10. Taufiq Rohman
11. Asri Puspita Hati

Sementara calon anggota BPD keterwakilan perempuan terdiri dari:

1. Nuri Mulya
2. Emma Ratna
3. Neng Mela
4. Rina Marlina

Panitia berharap seluruh tahapan pemilihan BPD dapat berjalan lancar hingga proses pemilihan selesai dilaksanakan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan turut menjaga kondusivitas serta mendukung pelaksanaan demokrasi desa yang sehat dan transparan.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta rapat pleno sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen menyukseskan pemilihan BPD Desa Ciptaharja periode 2026–2034. ***Redi Rhondo

Share:

“Kakang-Robi Titip Harapan: Cianjur Harus Punya Fasilitas Olahraga Memadai”

KabarCiepat.com | Cianjur — Euforia kemenangan pemain Persib Bandung asal Cianjur, Kakang Rudianto dan Robi Darwis, dalam kegiatan Mapag Jawara di Polres Cianjur, Selasa (26/5/2026), tak hanya diwarnai suasana haru dan kebanggaan. Keduanya juga menitipkan harapan besar agar Kabupaten Cianjur segera memiliki fasilitas olahraga yang memadai demi mencetak atlet-atlet berprestasi di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Robi Darwis menyampaikan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga, khususnya sepak bola, melalui penyediaan sarana dan prasarana yang layak bagi generasi muda.

“Saya ingin titip pesan kepada Pak Bupati, semoga bisa memberikan fasilitas olahraga yang memadai untuk masyarakat dan atlet-atlet di Cianjur,” ujar Robi.

Menurutnya, dirinya bersama Kakang Rudianto dan legenda Persib asal Cianjur, Atep Rizal, mampu mencapai level profesional meski tumbuh dalam keterbatasan fasilitas olahraga.

“Saya, Kakang, dan Aa Atep bisa sampai di titik ini tanpa fasilitas yang memadai. Kalau sekarang ada dukungan dan fasilitas yang baik, tentu akan lebih banyak lagi pemain profesional asal Cianjur yang bisa lahir,” katanya.

Senada dengan Robi, Kakang Rudianto mengajak para pemain muda di Cianjur untuk terus berlatih dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional.

“Kuatkan mental, jangan mudah lelah, karena kesuksesan itu untuk diri sendiri dan keluarga. Tetap semangat dan terus berjuang,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Gofar Hendra Gunawan, menilai Cianjur masih membutuhkan fasilitas olahraga yang representatif guna menunjang pembinaan atlet usia dini.

“Fasilitas olahraga harus segera dipersiapkan. Selain itu, klub-klub lokal juga perlu mendapat perhatian agar pembinaan atlet bisa berjalan maksimal,” katanya.

Menurut Gofar, keberhasilan Kakang dan Robi menjadi bukti bahwa Cianjur memiliki potensi besar dalam melahirkan pesepak bola berbakat. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan sistem pembinaan yang baik dan fasilitas yang memadai.

“Kalau pembinaannya maksimal, tentu ke depan bukan tidak mungkin akan lahir lagi Atep, Kakang, dan Robi berikutnya dari Cianjur,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengakui pembangunan fasilitas olahraga menjadi salah satu cita-cita pemerintah daerah. Namun saat ini, Pemkab masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar dan sektor pendidikan.

“Kami tentu ingin memiliki fasilitas olahraga yang memadai, termasuk stadion sepak bola. Tetapi saat ini fokus pembangunan masih pada infrastruktur jalan dan pendidikan,” katanya.

Meski demikian, Wahyu memastikan pengembangan sarana olahraga tetap menjadi bagian dari rencana pembangunan daerah ke depan.

“Setelah target pembangunan jalan dan pendidikan selesai, kami akan fokus mendorong pembangunan fasilitas olahraga untuk mendukung prestasi generasi muda Cianjur,” pungkasnya. ***Red/YF
Share:

Akibat Kompor Gas Lupa Dimatikan, Tiga Bangunan di Samping Terminal Pasirhayam Diamuk Si Jago Merah

KabarCiepat.com || CIANJUR — Kebakaran hebat melanda tiga bangunan di kawasan samping Terminal Pasirhayam, Kampung Pasirhampa, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, pada Minggu malam, 25 Mei 2026. Peristiwa tersebut diduga dipicu kompor gas yang lupa dimatikan saat digunakan memasak di sebuah warung kopi.

Api pertama kali muncul dari area dapur warung kopi sebelum dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya, yakni toko material serta tempat penginapan karyawan warung kopi. Besarnya kobaran api diperparah karena sebagian bangunan terbuat dari material mudah terbakar seperti kayu dan bilik bambu.

Kasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Budianto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.35 WIB dari seorang warga bernama Haji Sukirman.

“Diduga kebakaran terjadi akibat kompor gas yang lupa dimatikan oleh penghuni warung saat memasak. Api berasal dari warung kopi lalu membesar,” ujar Budianto.

Menurutnya, api dengan cepat menjalar ke bangunan di sebelahnya karena kondisi rumah yang sebagian besar menggunakan bilik bambu.

“Api awalnya dari warung kopi kemudian merambat ke rumah di sampingnya. Bangunan tersebut mudah terbakar karena terbuat dari bilik bambu,” katanya.

Objek yang terbakar meliputi warung kopi, dapur, toko material, serta tempat penginapan pekerja. Warung kopi dilaporkan hangus terbakar, sedangkan rumah di sampingnya mengalami kerusakan sekitar 40 persen.

“Warung kopi habis terbakar, sementara bangunan rumah di sebelahnya terdampak sekitar 40 persen,” tambahnya.

Setelah menerima laporan, petugas Damkar langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar tiga menit kemudian karena jarak lokasi yang dekat dari pos pemadam.

Dalam proses penanganan, petugas menurunkan dua unit armada, terdiri dari satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit suplai air, dibantu kendaraan dari Dinas Perkim Kabupaten Cianjur.

“Sebanyak sembilan personel diterjunkan untuk memadamkan api. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang lebih 30 menit,” jelas Budianto.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.

“Sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa ataupun luka. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta,” katanya.

Budianto pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan peralatan memasak guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Kalau sedang memasak jangan ditinggalkan. Pastikan api dan kompor benar-benar sudah dimatikan agar tidak memicu kebakaran,” tutupnya. ***Red/YF
Share:

Citimall Cianjur Bagikan Hewan Kurban untuk Warga Sekitar di Momen Idul Adha 1447 H

KabarCiepat.com || Cianjur – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Citimall Cianjur kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan membagikan hewan kurban kepada warga di sekitar kawasan mal.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan pada Minggu, 25 Mei 2026, dengan menyalurkan tiga ekor kambing untuk masyarakat di wilayah RW 14, RW 15, dan RW 20, Kelurahan Pamoyanan, Kabupaten Cianjur.

Pembagian hewan kurban ini menjadi bentuk komitmen Citimall Cianjur sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Kota Cianjur dalam mendukung dan membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang berada di sekitar lokasi mal.

Direktur Citimall Cianjur, Teges Prita Soraya, mengatakan bahwa kegiatan kurban merupakan wujud nyata kepedulian sosial perusahaan bersama seluruh karyawan kepada masyarakat sekitar.

“Dalam momen yang penuh berkah ini, Citimall Cianjur berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan berbagi hewan kurban adalah bentuk kepedulian sosial perusahaan dan karyawan yang ingin berbagi kepada masyarakat di sekitar kawasan Citimall Cianjur,” ujarnya.

Selain itu, pihak Citimall Cianjur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap keberadaan pusat perbelanjaan tersebut.

Melalui kegiatan CSR ini, Citimall Cianjur berharap dapat terus memberikan manfaat positif bagi masyarakat serta mempererat hubungan baik antara perusahaan dan warga sekitar.

“Kami berharap kegiatan ini juga menjadi ajakan bagi berbagai pihak agar bersama-sama dapat memberikan kontribusi positif dan meningkatkan nilai-nilai kebaikan, khususnya di tengah masyarakat Cianjur,” tutup Teges. ***Red/YF
Share:

Momentum Lahirkan Generasi Baru Pesepak Bola Cianjur, Mapag Jawara Jadi Inspirasi Anak Muda

KabarCiepat.com || Cianjur – Kegiatan “Mapag Jawara” yang digelar untuk menyambut dua pemain Persib Bandung asal Cianjur, Kakang Rudianto dan Robi Darwis, tak sekadar menjadi ajang perayaan keberhasilan Maung Bandung meraih gelar juara Liga 1 untuk ketiga kalinya. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi baru pesepak bola berbakat dari Kabupaten Cianjur.

Ketua Viking Underground Cianjur, Beni Sumarna, mengatakan kegiatan penyambutan itu bermula dari obrolan santai bersama Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, saat menggelar nonton bareng pertandingan Persib Bandung di Mapolres Cianjur.

Menurut Beni, setelah Persib memastikan gelar juara, muncul gagasan untuk memberikan penghormatan kepada Kakang dan Robi yang merupakan putra asli Cianjur dan ikut berkontribusi membawa Persib meraih prestasi membanggakan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres. Dari awal kami sering nobar bersama di Polres, baik pertandingan kandang maupun tandang. Sampai akhirnya muncul ide bagaimana kalau Kakang dan Robi yang merupakan putra daerah Cianjur kita sambut secara khusus,” ujar Beni, Selasa (26/5/2026).

Ia menilai kedua pemain tersebut layak mendapatkan apresiasi karena telah mengharumkan nama Cianjur di level nasional hingga internasional. Terlebih, Kakang Rudianto kini juga menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia.

“Alangkah baiknya kita arak pahlawan Cianjur, kebanggaan masyarakat Cianjur. Mereka sudah membawa nama baik Cianjur di kancah sepak bola nasional bahkan internasional,” katanya.

Beni mengaku terharu melihat keberhasilan Persib meraih tiga gelar juara secara beruntun. Menurutnya, kontribusi dua pemain muda asal Cianjur itu patut mendapat perhatian lebih dari masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Saya sampai merinding melihat Persib juara tiga kali berturut-turut. Kakang dan Robi ini putra daerah yang membanggakan, sehingga kami merasa perlu memberikan penghargaan dan apresiasi,” ungkapnya.

Ia menyebut ide penyambutan tersebut langsung mendapat respons positif dari Kapolres Cianjur hingga akhirnya kegiatan “Mapag Jawara” dapat terlaksana.

Selain menjadi bentuk penghormatan kepada dua pemain Persib tersebut, kegiatan itu juga diharapkan menjadi motivasi bagi anak-anak yang tengah menimba ilmu di sekolah sepak bola (SSB) di Cianjur.

Menurut Beni, saat ini terdapat sekitar 24 hingga 28 SSB aktif di Kabupaten Cianjur yang terus melakukan pembinaan usia dini.

“Kami ingin anak-anak SSB melihat langsung bahwa pemain asal Cianjur bisa menembus level profesional. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi dan memunculkan generasi baru seperti Kakang, Robi, bahkan Atep,” katanya.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyambut baik keberhasilan dua pemain asal Cianjur tersebut dan berharap prestasi mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“Alhamdulillah, mereka bersama Persib berhasil meraih juara. Kami ingin seluruh masyarakat ikut memeriahkan prestasi putra daerah Cianjur ini,” ujarnya.

Menurut Wahyu, Cianjur memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pesepak bola berprestasi. Sebelumnya, ada nama Atep Rizal yang sukses membawa Persib juara pada 2014, dan kini muncul Kakang Rudianto serta Robi Darwis sebagai penerus kebanggaan daerah.

“Dulu ada Kang Atep yang membawa Persib juara pada 2014. Sekarang ada Kakang dan Robi. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Cianjur,” katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Cianjur berkomitmen mendukung pembinaan olahraga, termasuk sepak bola, agar semakin banyak atlet berprestasi lahir dari Cianjur.

“Kami melihat mereka memiliki semangat juang yang tinggi. Ini yang ingin kami sampaikan kepada anak-anak di Cianjur, bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat mereka juga bisa berprestasi,” tandasnya.

Pemkab Cianjur, lanjut Wahyu, juga akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas olahraga, program pembinaan, hingga bantuan beasiswa bagi generasi muda yang memiliki bakat di bidang olahraga.

“Kita juga memberikan motivasi, inspirasi, termasuk beasiswa dan melengkapi fasilitas olahraga bagi anak-anak yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga,” pungkasnya. ***Red/YF
Share:

Hingga Usia 95 Tahun, Nenek Emmih Hidup dalam Sunyi dan Kemiskinan, Bantuan Pemerintah Tak Pernah Menyapa

KabarCiepat.com || Bandung Barat — Di usia yang nyaris seabad, saat tubuh renta seharusnya mendapat perhatian dan perlindungan negara, kehidupan pilu justru dialami Ibu Amih Rukmini yang sering di sapa Amih Lansia berusia sekitar 95 tahun asal Kampung Lio, RT 01/RW 05, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat itu hingga kini dikabarkan belum pernah merasakan bantuan sosial dari pemerintah. Selasa, 26/5/2026

Di balik dinding rumah reyot yang nyaris lapuk dimakan usia, Amih menjalani hari-harinya dalam keterbatasan. Tubuhnya yang sudah lemah membuatnya sulit beraktivitas. Namun ironisnya, di tengah gencarnya program bantuan sosial seperti BLT dan PKH, nama dirinya justru seolah tak pernah tercatat.

Dengan suara lirih dan tatapan kosong, Ibu Amih mengaku heran mengapa dirinya yang hidup serba kekurangan tidak pernah mendapat bantuan, sementara sejumlah warga lain yang masih kuat bekerja justru rutin menerima bantuan sosial.

“Yang muda dan masih sehat dapat bantuan, saya mah teu acan kantos,” ucapnya pelan saat ditemui di kediamannya.

Pemandangan di rumah Ibu Amih begitu menyayat hati. Rumah sederhana yang ditempatinya merupakan hasil swadaya keluarga agar dirinya sekadar memiliki tempat berteduh. Di dalam rumah itu, tak ada kemewahan sedikit pun.

Di ruang tidur sempit, hanya terdapat kasur tipis yang digelar langsung di lantai dengan kelambu lusuh yang diikat seadanya. Sementara di bagian dapur, asap hitam pekat membekas di langit-langit rumah akibat aktivitas memasak menggunakan tungku batu dan kayu bakar.

Sebagian besar bangunan rumah masih menggunakan kayu dan bambu tua yang mulai rapuh. Debu dan aroma lembab menyelimuti setiap sudut rumah, menggambarkan kerasnya kehidupan yang dijalani lansia tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait validitas pendataan penerima bantuan sosial di wilayah tersebut. Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan warga sekitar, Kartu Keluarga milik Ibu Amih bahkan disebut pernah dibawa oleh pihak yang biasa mengurus pembagian bantuan. Namun hingga kini, bantuan yang dijanjikan tak pernah datang.

Fakta ini memantik keprihatinan mendalam dari masyarakat. Warga berharap pemerintah desa, aparat setempat, hingga Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat segera turun tangan dan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

“Jangan sampai lansia seusia beliau terus terabaikan. Ini soal kemanusiaan,” ujar salah seorang warga.

Kini, di sisa usianya yang semakin senja, Ibu Emmih hanya berharap ada perhatian nyata dari pemerintah. Sebab di balik tubuh renta dan rumah sederhana itu, masih ada harapan kecil agar dirinya bisa merasakan kehadiran negara sebelum waktu benar-benar habis.***Asol
Share:

Senin, 25 Mei 2026

Bupati Cianjur Dorong Regenerasi Atlet dan Pelestarian Sejarah Daerah

KabarCiepat.com || Cianjur – Bupati Cianjur menegaskan komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan prestasi olahraga sekaligus menjaga warisan sejarah dan budaya daerah melalui langkah pembinaan generasi muda serta pelestarian situs bersejarah. Rabu, 26/5/2026

Dalam hasil wawancara, Bupati Cianjur Dr. Wahyu  menyampaikan bahwa Pemda ingin menghadirkan motivasi dan inspirasi bagi anak-anak hingga ke pelosok daerah agar memiliki semangat untuk berprestasi, khususnya di bidang olahraga. Menurutnya, banyak atlet dan figur sepak bola sukses berasal dari keluarga sederhana, namun mampu mencapai prestasi berkat kerja keras, disiplin, dan semangat juang tinggi.

“Potensi anak-anak Cianjur sangat besar. Banyak contoh atlet berprestasi lahir dari keterbatasan, tetapi mampu sukses karena memiliki passion dan kemauan kuat. Tugas pemerintah adalah memberikan dukungan agar potensi itu berkembang,” ujar Bupati.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemda Cianjur berkomitmen memberikan beasiswa bagi atlet dan generasi muda berprestasi agar mereka dapat terus menempuh pendidikan sekaligus mengembangkan bakat di bidang olahraga.

Selain itu, Pemda juga menargetkan peningkatan sarana dan prasarana olahraga dengan melengkapi berbagai fasilitas yang dapat menunjang aktivitas dan pembinaan atlet muda di berbagai wilayah.

“Kami ingin ada regenerasi atlet daerah. Prestasi yang pernah diraih harus terus dilanjutkan oleh putra-putri Cianjur berikutnya,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada pengembangan olahraga, Bupati juga menyoroti pentingnya pelestarian sejarah dan budaya daerah. Ia menegaskan bahwa sebuah benda, bangunan, maupun lokasi tidak bisa langsung ditetapkan sebagai cagar budaya hanya karena dianggap peninggalan lama.

Menurutnya, diperlukan proses kajian dan penelitian terlebih dahulu, baik dari sisi sejarah, usia, nilai budaya, hingga penelitian dari tim ahli maupun pemerintah terkait sebelum suatu objek ditetapkan sebagai cagar budaya resmi.

“Semua harus melalui proses dan kajian yang jelas agar penetapan cagar budaya benar-benar memiliki dasar sejarah dan nilai budaya yang kuat,” pungkasnya. ***Red
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa