Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Selasa, 26 Mei 2026

Hingga Usia 95 Tahun, Nenek Emmih Hidup dalam Sunyi dan Kemiskinan, Bantuan Pemerintah Tak Pernah Menyapa

KabarCiepat.com || Bandung Barat — Di usia yang nyaris seabad, saat tubuh renta seharusnya mendapat perhatian dan perlindungan negara, kehidupan pilu justru dialami Ibu Amih Rukmini yang sering di sapa Amih Lansia berusia sekitar 95 tahun asal Kampung Lio, RT 01/RW 05, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat itu hingga kini dikabarkan belum pernah merasakan bantuan sosial dari pemerintah. Selasa, 26/5/2026

Di balik dinding rumah reyot yang nyaris lapuk dimakan usia, Amih menjalani hari-harinya dalam keterbatasan. Tubuhnya yang sudah lemah membuatnya sulit beraktivitas. Namun ironisnya, di tengah gencarnya program bantuan sosial seperti BLT dan PKH, nama dirinya justru seolah tak pernah tercatat.

Dengan suara lirih dan tatapan kosong, Ibu Amih mengaku heran mengapa dirinya yang hidup serba kekurangan tidak pernah mendapat bantuan, sementara sejumlah warga lain yang masih kuat bekerja justru rutin menerima bantuan sosial.

“Yang muda dan masih sehat dapat bantuan, saya mah teu acan kantos,” ucapnya pelan saat ditemui di kediamannya.

Pemandangan di rumah Ibu Amih begitu menyayat hati. Rumah sederhana yang ditempatinya merupakan hasil swadaya keluarga agar dirinya sekadar memiliki tempat berteduh. Di dalam rumah itu, tak ada kemewahan sedikit pun.

Di ruang tidur sempit, hanya terdapat kasur tipis yang digelar langsung di lantai dengan kelambu lusuh yang diikat seadanya. Sementara di bagian dapur, asap hitam pekat membekas di langit-langit rumah akibat aktivitas memasak menggunakan tungku batu dan kayu bakar.

Sebagian besar bangunan rumah masih menggunakan kayu dan bambu tua yang mulai rapuh. Debu dan aroma lembab menyelimuti setiap sudut rumah, menggambarkan kerasnya kehidupan yang dijalani lansia tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait validitas pendataan penerima bantuan sosial di wilayah tersebut. Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan warga sekitar, Kartu Keluarga milik Ibu Amih bahkan disebut pernah dibawa oleh pihak yang biasa mengurus pembagian bantuan. Namun hingga kini, bantuan yang dijanjikan tak pernah datang.

Fakta ini memantik keprihatinan mendalam dari masyarakat. Warga berharap pemerintah desa, aparat setempat, hingga Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat segera turun tangan dan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

“Jangan sampai lansia seusia beliau terus terabaikan. Ini soal kemanusiaan,” ujar salah seorang warga.

Kini, di sisa usianya yang semakin senja, Ibu Emmih hanya berharap ada perhatian nyata dari pemerintah. Sebab di balik tubuh renta dan rumah sederhana itu, masih ada harapan kecil agar dirinya bisa merasakan kehadiran negara sebelum waktu benar-benar habis.***Asol
Share:

Senin, 25 Mei 2026

Bupati Cianjur Dorong Regenerasi Atlet dan Pelestarian Sejarah Daerah

KabarCiepat.com || Cianjur – Bupati Cianjur menegaskan komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan prestasi olahraga sekaligus menjaga warisan sejarah dan budaya daerah melalui langkah pembinaan generasi muda serta pelestarian situs bersejarah. Rabu, 26/5/2026

Dalam hasil wawancara, Bupati Cianjur Dr. Wahyu  menyampaikan bahwa Pemda ingin menghadirkan motivasi dan inspirasi bagi anak-anak hingga ke pelosok daerah agar memiliki semangat untuk berprestasi, khususnya di bidang olahraga. Menurutnya, banyak atlet dan figur sepak bola sukses berasal dari keluarga sederhana, namun mampu mencapai prestasi berkat kerja keras, disiplin, dan semangat juang tinggi.

“Potensi anak-anak Cianjur sangat besar. Banyak contoh atlet berprestasi lahir dari keterbatasan, tetapi mampu sukses karena memiliki passion dan kemauan kuat. Tugas pemerintah adalah memberikan dukungan agar potensi itu berkembang,” ujar Bupati.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemda Cianjur berkomitmen memberikan beasiswa bagi atlet dan generasi muda berprestasi agar mereka dapat terus menempuh pendidikan sekaligus mengembangkan bakat di bidang olahraga.

Selain itu, Pemda juga menargetkan peningkatan sarana dan prasarana olahraga dengan melengkapi berbagai fasilitas yang dapat menunjang aktivitas dan pembinaan atlet muda di berbagai wilayah.

“Kami ingin ada regenerasi atlet daerah. Prestasi yang pernah diraih harus terus dilanjutkan oleh putra-putri Cianjur berikutnya,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada pengembangan olahraga, Bupati juga menyoroti pentingnya pelestarian sejarah dan budaya daerah. Ia menegaskan bahwa sebuah benda, bangunan, maupun lokasi tidak bisa langsung ditetapkan sebagai cagar budaya hanya karena dianggap peninggalan lama.

Menurutnya, diperlukan proses kajian dan penelitian terlebih dahulu, baik dari sisi sejarah, usia, nilai budaya, hingga penelitian dari tim ahli maupun pemerintah terkait sebelum suatu objek ditetapkan sebagai cagar budaya resmi.

“Semua harus melalui proses dan kajian yang jelas agar penetapan cagar budaya benar-benar memiliki dasar sejarah dan nilai budaya yang kuat,” pungkasnya. ***Red
Share:

Polres Cianjur Gelar “Mapag Jawara” untuk Kakang Rudianto dan Robi Darwis, Bentuk Apresiasi atas Prestasi Bersama Persib

KabarCiepat.com || CIANJUR — Kepolisian Resor (Polres) Cianjur akan menggelar acara penyambutan bertajuk “Mapag Jawara” bagi dua pesepak bola asal Kabupaten Cianjur, Kakang Rudianto dan Robi Darwis, menyusul keberhasilan keduanya mengantarkan Persib Bandung meraih gelar juara BRI Super League musim 2026.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026, dimulai pukul 08.00 WIB. Rombongan penyambutan akan dimulai dari kawasan Jembatan Citarum, pintu masuk wilayah Cianjur, sebelum kedua pemain diarak sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan masyarakat terhadap putra daerah yang berprestasi di level nasional.

Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, mengatakan bahwa agenda “Mapag Jawara” merupakan bentuk apresiasi resmi dari jajaran kepolisian kepada atlet lokal yang telah mengharumkan nama daerah melalui dunia olahraga.
“Kita jemput Kakang sama Robi Darwis di pintu masuk Cianjur di hari Selasa, 26 Mei 2026, dimulai dari pukul 08.00 WIB. Dari Jembatan Citarum nanti kita arak putra terbaik Cianjur yang membawa Persib juara,” ujar Alexander, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, keberhasilan Kakang Rudianto dan Robi Darwis menjadi motivasi besar bagi generasi muda di Kabupaten Cianjur untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

Acara penyambutan ini diperkirakan akan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan bobotoh Persib di Cianjur yang ingin turut merayakan keberhasilan dua pemain kebanggaan daerah tersebut. ***Red/YF
Share:

Gerak Cepat Polisi : Tiga Lokasi Tambang Ilegal Dicek, Satu Langsung Dipasang Police Line

KabarCiepat.com || SUBANG – Sat Reskrim Polres Subang menggelar operasi pengecekan serentak di tiga lokasi dugaan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Subang pada Minggu, 24 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Muhammad Imam Fadhil bersama personel Unit Tipidter. 

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Operasi ini merupakan respons nyata atas laporan masyarakat terkait aktivitas galian ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan merugikan negara.

Kombes Hendra menjelaskan bahwa Pengecekan pertama di Galian Sirtu, Desa Sumurbarang – Cibogo pada pukul 13.00 WIB tidak menemukan aktivitas, alat berat, maupun pengelola. Meski tampak lengang, petugas tidak begitu saja meninggalkan lokasi — warga setempat turut dimintai keterangan dan diajak bersama memantau lokasi secara berkelanjutan sebagai bentuk pengawasan berbasis masyarakat.
Bergeser ke Galian Tanah Merah, Desa Parapatan – Purwadadi pada pukul 15.30 WIB, tim menemukan satu unit alat berat tanpa operator di area perkebunan rambutan yang diduga dijadikan lokasi penggalian ilegal. Tanpa menunggu, Polres Subang langsung memasang police line di akses masuk lokasi. Penyegelan ini bukan sekadar formalitas — ini adalah penegasan bahwa setiap indikasi pelanggaran akan direspons cepat, tegas, dan terukur.

Pengecekan terakhir di Galian Sirtu, Desa Saradan – Pagaden pukul 17.00 WIB juga tidak menunjukkan aktivitas penambangan. Namun sejumlah kendaraan pengangkut material yang terparkir di lokasi tidak luput dari perhatian petugas. Kepemilikan kendaraan dan keterkaitannya dengan aktivitas ilegal kini menjadi fokus penyelidikan lanjutan.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menyatakan bahwa penanganan PETI membutuhkan kolaborasi lintas instansi. Polres Subang berencana akan melakukan koordinasi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Dinas ESDM, Dinas Lingkungan Hidup, dan Satpol PP untuk segera dilaksanakan kegiatan verifikasi status perizinan seluruh lokasi galian yang diperiksa.

Aktivitas PETI bukan pelanggaran administratif biasa — ini adalah tindak pidana serius. Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba Pasal 158, pelaku terancam penjara hingga 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup mempertegas ancaman itu dengan pidana 1 hingga 10 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar bagi yang merusak lingkungan atau beroperasi tanpa izin lingkungan, diperkuat PP No. 23 Tahun 2010 yang mewajibkan izin resmi sebelum beroperasi.

“Polres Subang tidak akan mundur. Tidak ada toleransi bagi siapapun yang mengeruk kekayaan alam Subang secara ilegal dan merusak lingkungan,” tegas AKBP Dony, Senin (25/5/2026)

Operasi ini bukan kegiatan sekali jalan. Polres Subang memastikan pengawasan dan penindakan akan terus dikawal secara konsisten demi menghadirkan kepastian hukum dan penegakan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Subang. Warga yang mengetahui adanya aktivitas tambang ilegal diimbau segera melapor kepada Polres Subang atau instansi pemerintah setempat — karena menjaga kekayaan alam Subang adalah tanggung jawab kita bersama. ***Red/YF


Share:

Sidang Kasus Paoman: Bukti CCTV dan INAFIS Sinkron, Kebohongan Mulai Runtuh!

KabarCiepat.com || INDRAMAYU – Sidang lanjutan kasus pembunuhan tragis satu keluarga di Paoman, Indramayu, dengan terdakwa Priyo, kembali digelar pada Senin (25/05/2026). Persidangan kali ini mempertegas titik terang jalannya kasus setelah dihadirkannya saksi dari tim penyidik dan INAFIS (Indonesia In Automatic Fingerprint Identification System) Polri.

Fakta-fakta baru yang terungkap di persidangan dinilai semakin menyudutkan kebohongan dan memperkuat keterangan jujur dari terdakwa , Kronologi Penemuan Alat Bukti dan Sinkronisasi CCTV , Dalam persidangan, saksi dari tim penyidik/INAFIS membeberkan sejumlah temuan krusial di lapangan ; 

Penemuan Alat Bukti Utama:

Saksi menyatakan bahwa barang bukti berupa palu ditemukan petugas dalam jarak kurang lebih 50 meter dari lokasi kejadian.

Sinkronisasi Rekaman CCTV: 

Hakim dan jaksa membuka alat bukti digital berupa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Ketika rekaman tersebut disinkronkan dengan pengakuan Priyo, terbukti ada kesesuaian yang sangat akurat antara visual CCTV dan keterangan yang diberikan terdakwa selama ini.

Misteri Terpal Terungkap:

Melalui konfrontasi bukti digital dan keterangan saksi, misteri penggunaan selembar terpal dalam kasus ini akhirnya terungkap dengan jelas dan gamblang fungsinya saat aksi pembunuhan terjadi.

Pengakuan Penyidik: Narasi "4 Tersangka" Gugur.

BAP Tanpa Tekanan dan Kekerasan: 

Saksi penyidik juga menegaskan di hadapan majelis hakim bahwa selama proses pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), sama sekali tidak ada penekanan, intimidasi, bahkan kekerasan yang dilakukan terhadap terdakwa. Pengakuan yang diberikan mengalir secara murni.
Hal yang paling menyita perhatian dalam sidang hari ini adalah penegasan terkait isu keterlibatan pihak lain, Saksi penyidik secara tegas mengakui bahwa di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) awal, sama sekali tidak pernah ada penyebutan nama atau keberadaan 4 tersangka lain seperti isu yang sempat beredar.

"Hasil sidang hari ini membuat arah pembuktian hukum semakin jelas. Fakta demi fakta kejujuran mulai terungkap di ruang sidang, sekaligus mematahkan narasi-narasi palsu yang sempat membingungkan publik," ujar pengamat hukum yang mengawal kasus ini.

Kebohongan Mulai Terkalahkan
Sidang lanjutan ini menjadi momentum penting dalam memotong spekulasi liar di luar persidangan. Dengan sinkronnya antara temuan INAFIS (jarak palu 50 meter), rekaman CCTV, kejelasan fungsi terpal, serta gugurnya isu 4 tersangka lain, kebenaran materiil kasus Paoman kini berdiri tegak.

Persidangan akan terus dilanjutkan untuk menggali pembuktian lebih dalam, namun arah kasus ini sudah semakin benderang: kebohongan dipastikan akan kalah oleh fakta hukum. ***Red/YF
Share:

Minggu, 24 Mei 2026

Pasca Tragedi Longsor Ponpes Attohiriyah, PKB Soroti Ketimpangan Pembangunan Pendidikan di Bandung Barat Selatan

KabarCiepat.com || Bandung Barat – Upaya pemulihan pasca-bencana longsor yang melanda Pondok Pesantren Attohiriyah di Kampung Pasir Buled, Desa Cinengah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, terus mendapat perhatian berbagai pihak. Tragedi longsor yang terjadi pada tahun 2025 lalu tidak hanya merusak bangunan pondok pesantren, tetapi juga menelan korban jiwa seorang santri akibat tertimbun material longsoran.

Meski telah memasuki tahun kedua pasca-bencana, kondisi sarana pendidikan dan fasilitas penunjang di lokasi relokasi pondok pesantren masih jauh dari kata memadai. Para santri hingga kini masih menjalani aktivitas belajar mengajar di tengah keterbatasan fasilitas dasar.

Kondisi tersebut menarik perhatian Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang kemudian menginstruksikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat sekaligus Ketua DPC PKB KBB, Asep Dedi, untuk turun langsung meninjau progres pembangunan di lokasi relokasi Ponpes Attohiriyah.

Dalam kunjungannya, Asep Dedi bersama rombongan memilih menggunakan sepeda motor trail guna menembus medan berat di wilayah selatan Bandung Barat. Akses menuju lokasi diketahui cukup sulit, dengan kondisi jalan rusak, bebatuan, serta licin akibat hujan.

Setibanya di lokasi, Asep Dedi meninjau langsung pembangunan pondok pesantren sementara yang kini menggunakan konstruksi panggung bambu beralaskan papan sebagai solusi darurat agar kegiatan mengaji tetap berjalan. Ia juga berdialog dengan pimpinan pondok dan masyarakat setempat untuk mendengarkan langsung kebutuhan serta persoalan yang dihadapi warga.
Dalam kesempatan tersebut, Asep Dedi menyampaikan amanat sekaligus bantuan dari Wakil Ketua DPR RI berupa pembangunan fasilitas MCK atau WC yang layak bagi pondok pesantren.

“Hari ini saya sengaja motoran ke dapil untuk meninjau langsung progres pembangunan Ponpes Attohiriyah pasca-musibah longsor tahun lalu. Kehadiran saya di sini juga menyampaikan pesan serta amanat dari Kang Haji Cucun Syamsurijal. Insya Allah dalam waktu dekat secara swadaya kami akan membangun fasilitas MCK yang layak untuk pondok pesantren ini,” tulis Asep Dedi dalam unggahan media sosialnya, Jumat (23/5/2026).

Namun demikian, menurutnya persoalan pendidikan di wilayah selatan Bandung Barat tidak boleh diselesaikan secara parsial. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, ruang kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar masih berada dalam kondisi memprihatinkan dan belum layak digunakan.

Asep Dedi juga menyampaikan kritik terhadap minimnya perhatian pembangunan di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat, khususnya terhadap sektor pendidikan keagamaan yang dinilai kerap terpinggirkan.

“Week day kalian pada kemana nih? Saya mah motoran saja ke dapil untuk urusan umat. Di sini, ruang kelas MTs untuk belajar anak-anak kondisinya teramat sangat memprihatinkan. Saya tentu akan ikut memikirkan dan memperjuangkannya di parlemen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua DPC PKB KBB tersebut mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat agar lebih serius memperhatikan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah selatan yang dinilai selama ini masih termarginalkan.

Ia berharap seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Bandung Barat, dapat berkolaborasi secara nyata untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan dan infrastruktur masyarakat terdampak bencana.

“Semoga tidak hanya saya, tetapi ke depan semua pihak khususnya Pemda Kabupaten Bandung Barat di bawah komando Bupati turut serta berkolaborasi nyata. Kita butuh komitmen bersama untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, khususnya di sektor pendidikan untuk wilayah selatan yang selama ini kerap dimarginalkan,” tegasnya. ***Riki
Share:

Sabtu, 23 Mei 2026

Gerindra Sulut Gelar Rakerda, Tekankan Konsolidasi dan Persiapan Politik Sejak Dini

KabarCiepat.com || Manado — Partai Gerindra Sulawesi Utara menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Four Points by Sheraton Manado sebagai momentum strategis memperkuat mesin politik partai di Bumi Nyiur Melambai. Minggu, 25/5/2026

Dalam kegiatan tersebut, para kader dan pengurus partai mendapatkan arahan strategis terkait langkah menghadapi dinamika politik ke depan. Fokus utama yang disampaikan yakni pentingnya persiapan dini melalui rekrutmen kader serta pemetaan wilayah kerja yang harus mulai dilakukan sejak tahun 2027.

Selain itu, ditekankan pula pentingnya koordinasi partai yang efektif dan komunikasi intensif antar kader agar konsolidasi organisasi berjalan solid, terarah, dan mampu menjawab tantangan politik di masa mendatang.

Dalam sambutannya juga disampaikan pesan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, kepada seluruh kader di Sulawesi Utara.

“Sebelum berangkat ke Sulut tadi pagi saya bertemu dengan Bapak Prabowo Subianto. Beliau menyampaikan salam hangat dan meminta seluruh kader di Sulut untuk tetap semangat memajukan partai,” ujarnya.

Rakerda tersebut diharapkan mampu memperkuat soliditas internal partai sekaligus mempertegas komitmen Gerindra dalam membangun daerah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Tetap rapatkan barisan, jaga soliditas, dan buktikan bahwa Gerindra mampu memimpin dan membangun daerah ini lebih maju,” tutupnya. ***Roni
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa