Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Senin, 06 Juli 2026

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kecamatan Haurwangi Gelar Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan

Kabarciepat.com || CIANJUR, KERTAMUKTI – Pemerintah Kecamatan Haurwangi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Kecamatan dalam rangka menyelaraskan program kerja dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Aula Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, pada Selasa (07/07/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Camat Haurwangi dan dihadiri oleh jajaran unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Haurwangi. Guna memastikan seluruh program menyentuh berbagai lini masyarakat, agenda penting ini juga melibatkan kepala puskesmas haurwangi polsek bojongpicung juga danramil bojongping.tokoh agama, tokoh masyarakat, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
Dalam arahannya, Camat Haurwangi menegaskan komitmennya untuk terus membenahi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Haurwangi. Beliau memberikan instruksi khusus agar seluruh instansi dan elemen masyarakat memperkuat sektor-sektor mendasar yang bersentuhan langsung dengan warga.

"Pelayanan terhadap masyarakat harus lebih ditingkatkan lagi, utamanya pada sektor kesehatan dan pendidikan. Dua aspek ini adalah fondasi utama dalam membangun kesejahteraan warga di Kecamatan Haurwangi," tegas Camat dalam sambutannya.

Selain penekanan pada sektor kesehatan dan pendidikan, rakor ini juga menjadi ajang diskusi interaktif untuk menampung aspirasi serta mencari solusi atas tantangan yang dihadapi oleh masing-masing lini di tingkat desa.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara Muspika, lembaga desa, serta tokoh masyarakat, diharapkan hasil dari rapat koordinasi ini dapat segera diimplementasikan secara nyata demi terwujudnya pelayanan publik yang lebih prima, responsif, dan merata di seluruh wilayah Kecamatan Haurwangi.***jhd
Share:

Polemik Galian C Berlanjut, LBH PWI Cianjur Tempuh Jalur Hukum, Kuasa Hukum Pelapor: Sengketa Pemberitaan Miliki Mekanisme Tersendiri

KabarCiepat.com || CIANJUR – Polemik yang bermula dari dugaan insiden di lokasi Galian C di Kabupaten Cianjur terus bergulir. Setelah sebelumnya muncul laporan dugaan intimidasi dan kekerasan terhadap sejumlah oknum yang disebut mengatasnamakan organisasi wartawan, kini Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ke kepolisian.

Laporan tersebut diajukan menyusul beredarnya sejumlah pemberitaan dan narasi yang dinilai mencemarkan nama baik organisasi serta merugikan profesi wartawan. LBH PWI Cianjur menyatakan langkah hukum tersebut merupakan upaya menjaga kehormatan organisasi dan profesi pers.

Kuasa Hukum LBH PWI Cianjur mengatakan pihaknya menilai informasi yang beredar tidak berdasar dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap profesi wartawan.

"Kami menempuh jalur hukum untuk menjaga marwah profesi pers. Seluruh tuduhan yang diarahkan kepada kami akan dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku," ujarnya.

Menurut Gilang, narasi yang beredar memuat tuduhan bahwa wartawan menghalangi tugas pihak lain, melakukan intimidasi, hingga bertugas dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol. Seluruh tuduhan tersebut dibantah dan diserahkan pembuktiannya kepada aparat penegak hukum.

Di sisi lain, kuasa hukum pihak yang sebelumnya melaporkan dugaan intimidasi dan kekerasan Gan-gan Gunawan SH.MH saat di konfirmasi memberikan tanggapan atas laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa laporan kliennya sejak awal tidak pernah ditujukan kepada organisasi PWI maupun perusahaan pers, melainkan kepada individu-individu yang diduga terlibat dalam peristiwa yang dilaporkan berupa tindakan kekerasan,intimidasi,perbuatan tidak menyenangkan dan pengrusakan kendaraan.

"Kami sangat menghormati PWI sebagai organisasi profesi wartawan. Laporan kami bukan terhadap lembaga, melainkan terhadap oknum PWI Cianjur yang diduga melakukan perbuatan sebagaimana dilaporkan. Siapa yang benar dan siapa yang salah nantinya akan dibuktikan melalui proses hukum," katanya.

Menurutnya, apabila yang dipersoalkan adalah isi atau produk jurnalistik, terdapat mekanisme penyelesaian sengketa pers antara lain melalui hak jawab, hak koreksi, dan penyelesaian di Dewan Pers.

Ia juga menyampaikan pandangan bahwa mekanisme tersebut merupakan bagian dari sistem penyelesaian sengketa pemberitaan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa laporan yang diajukan kliennya memiliki objek yang berbeda karena menyangkut dugaan perbuatan individu di luar substansi pemberitaan.

Selain menanggapi laporan LBH PWI Cianjur, kuasa hukum tersebut juga membantah sejumlah pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan persoalan di KPAD Kabupaten Cianjur. Diapun menyatakan tidak pernah menerima surat panggilan ataupun menjalani sidang dugaan pelanggaran hukum sebagaimana disebutkan dalam sejumlah pemberitaan.

Ia menduga rangkaian pemberitaan yang menyerang nama baik dan integritas pribadinya mulai bermunculan setelah dirinya dipercaya menjadi kuasa hukum korban dalam perkara dugaan intimidasi dan kekerasan serta Pengrusakan kendaraan di lokasi Galian C. Menurutnya, pemberitaan tersebut lebih banyak mengarah pada serangan terhadap personal dirinya dibandingkan substansi perkara yang sedang ditangani.

"Saya membantah seluruh narasi yang menyebut saya melakukan pelanggaran etik. Saya tidak pernah menerima surat panggilan ataupun menjalani sidang etik. Saya menilai pemberitaan yang menyerang pribadi saya mulai muncul setelah saya mendampingi korban sebagai kuasa hukum. Jika terdapat pemberitaan yang tidak sesuai fakta dan merugikan nama baik saya, tentu akan kami tempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya menjalankan profesinya sebagai advokat secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, apabila terdapat perbedaan pendapat ataupun sengketa hukum, penyelesaiannya seharusnya dilakukan melalui mekanisme yang tersedia dalam peraturan perundang-undangan dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah.

Sementara itu, laporan LBH PWI Cianjur telah diterima oleh pihak kepolisian dan saat ini masih dalam proses penanganan. Di sisi lain, laporan dugaan intimidasi dan kekerasan yang lebih dahulu diajukan oleh pihak pelapor juga masih berproses.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap terkait perkara-perkara tersebut. Seluruh pihak masih memiliki kesempatan untuk menyampaikan keterangan, pembelaan, maupun hak jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Media ini tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan akan memberikan ruang bagi seluruh pihak untuk menyampaikan klarifikasi apabila diperlukan. ***Red/YF
Share:

Truk Tangki BBM Bermuatan 24 Ribu Liter Pertalite Terbakar di Jalur Cianjur–Sukabumi, Dua Kali Ledakan Sempat Terdengar

Cianjur, KabarCiepat.com – Sebuah truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina bermuatan sekitar 24.000 liter Pertalite terbakar di Jalan Raya Cianjur–Sukabumi, tepatnya di Kampung Cijoho, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kebakaran sempat membuat warga dan para pengendara yang melintas panik. Bahkan, terdengar dua kali suara ledakan dari bagian belakang kendaraan sehingga masyarakat berhamburan menjauh untuk menghindari kemungkinan terjadinya ledakan yang lebih besar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepulan asap pertama kali muncul dari bagian ban belakang sebelah kanan truk. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan mulai membakar bagian belakang tangki.

Mengetahui kendaraannya terbakar, sopir segera menepikan truk ke pinggir jalan. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung mengamankan diri, sementara arus kendaraan dari kedua arah sempat terhenti karena pengendara memilih menjauh dari lokasi kejadian.
Asep (50), warga setempat, mengatakan kepulan asap hitam terlihat jelas sebelum api membesar.

"Awalnya terlihat asap hitam dari belakang truk, lalu langsung muncul kobaran api. Karena takut terjadi ledakan seperti kejadian truk tangki di Pasirhayam beberapa waktu lalu, warga dan pengendara langsung berlarian menjauh," ujarnya.

Menurut Asep, sopir dan kernet sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, alat tersebut tidak dapat berfungsi sehingga keduanya mencoba menyiram api menggunakan air dari sungai yang berada di sekitar lokasi.
"APAR sempat dikeluarkan, tetapi tidak berfungsi. Setelah itu mereka mengambil air sungai untuk menyiram api. Namun karena api semakin besar, sopir dan kernet akhirnya menyelamatkan diri," katanya.

Sementara itu, sopir truk, Niko (36), mengaku baru mengetahui kendaraannya terbakar setelah mendengar dua kali suara ledakan dari bagian belakang.
"Saya mendengar dua kali ledakan. Setelah berhenti dan melihat ke belakang, api sudah membakar ban kanan belakang hingga menjalar ke bagian belakang tangki," ungkapnya.
Ia menjelaskan, truk bernomor polisi B 9796 SEI tersebut mengangkut sekitar 24.000 liter BBM jenis Pertalite yang akan didistribusikan dari Padalarang menuju Sukabumi.

Proses pemadaman melibatkan tiga unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil Water Cannon dari kepolisian. Hingga sekitar pukul 15.30 WIB, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Reki, mengatakan proses pemadaman dilakukan menggunakan campuran air dan cairan pembentuk busa agar api yang dipicu bahan bakar dapat segera dikendalikan.

"Kami menggunakan cairan khusus yang dicampur air untuk menghasilkan busa, karena dikhawatirkan api sudah mengenai BBM. Cara ini lebih efektif untuk memadamkan kebakaran pada tangki bahan bakar," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur, , mengatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran.
 Fokus petugas di lapangan adalah memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan aman," ujarnya.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian ini sempat menyebabkan kemacetan di jalur nasional Cianjur–Sukabumi selama proses penanganan berlangsung. ***Red/Yudi F
Share:

Kebakaran di Jalan Cianjur-Sukabumi, Sempat Terdengar Dua Kali Ledakan Dari Truk Tangki BBM

KabarCiepat.com || Cianjur - Truk tangki Pertamina bermuatan BBM jenis pertalite kebakaran di JLan Daya Cianjur-Sukabumi tepatnya di Kampung Cijoho, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Senin (6/7/2026). Warga dan pengendara di sekitar lokasi kejadian pun berhamburan menyelamatkan diri.

Informasi yang dihimpun kabarCiepat.com, awalnya dari bagian belakang truk, tepatnya dari bagian ban kanan truk muncul kepulan asap pada Senin siang sekitar pukul 14.30 WIB. Tidak lama kemudian kobaran api membesar hingga membakar bagian belakang Tanki.

Mengetahui adanya kobaran api, sopir truk pun menepikan truk. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung melarikan diri agar tak terdampak jika api terus membesar.

Para pengendara yang berada di belakang truk juga langsung menghentikan laju kendaraan dan menjauh.

"Yang pertama kali terlihat jelas kepulan asap hitam. Langsung muncul kobaran api. Karena takut kejadian kebakaran truk tangki di Pasirhayam beberapa waktu lalu, jadi warga dan pengendara langsung berhamburan menjauh dan menyelamatkan diri," ucap Asep (50), warga.
Menurut dia, saat api belum terlalu besar, tampak sopir dan kernet berusaha memadamkan api dengan menggunakan air sungai.

Keduanya sempat berusaha memadamkan api dengan APAR tetapi alat tersebut tidak dapat difungsikan.

"Tadi terlihat mengeluarkan APAR, tapi katanya tidak berfungsi. Kemudian kernet dan sopir menyiramkan air sungai untuk memadamkan api. Tapi begitu api terus membesar, sopir dan kernetnya langsung berlari menjauh," kata dia.

Di sisi lain, Niko (36), sopir truk Tangki, mengatakan dirinya tersadar adanya api setelah mendengar suara ledakan dari bagian belakang truk.

"Terdengar dua kali ledakan. Begitu berhenti dan melihat ke belakang, sudah ada kobaran api dari ban kanan belakang hingga ke bagian belakang tangki," tuturnya.

Dia mengatakan truk bernomor polisi B 9796 SEI tersebut memuat 24 ribu liter BBM jenis pertalite. "Rencananya ini mau dibawa ke Sukabumi dari Padalarang," kata dia.

Pantauan detikJabar, sekoter tiga unit mobil pemadam, serta dibantu dengan satu unit water Canon Polres Cianjur diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Hingga pukul 15.30 WIB, petugas pemadam dan kepolisian masih berusaha melakukan pendinginan. 

Reki, Petugas Pemadam Kebakaran Cianjur, menyebut dalam proses pemadaman, petugas mencampurkan air dengan sabun untuk memadamkan api.

"Khawatirnya api sudah membakar BBM, sehingga kami gunakan cairan khusus yang dicampur dengan sabun, supaya api bisa segera padam," tuturnya.

Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran truk tangki.

"Untuk penyebab pasti kebakaran kami masih selidiki. Saat ini petugas masih berfokus melakukan pemadaman dan pendinginan truk tangki," kata dia.
Share:

Minggu, 05 Juli 2026

Ketua BOOMS Bandung Barat Semprot Keras Pemkab: Gedung Kumuh, Rumput Liar Menjulang, Toilet Memprihatinkan, Anggaran Pemeliharaan Dipertanyakan


KabarCiepat.com || Bandung Barat – Kondisi memprihatinkan di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kembali menuai sorotan tajam. Ketua BOOMS (Barisan Ormas, OKP, Mahasiswa, dan LSM) Bandung Barat, Didin yang akrab disapa "Kopral", menilai wajah pusat pemerintahan saat ini jauh dari kesan bersih, tertata, dan representatif sebagai kantor pelayanan publik.

Didin mengaku prihatin saat melihat rumput liar menjulang di sisi Gedung A, bahkan terlihat dari lantai atas hingga lantai dasar. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti lemahnya pengawasan dan pemeliharaan aset pemerintah.

"Ini bukan lagi soal rumput yang tinggi, tetapi soal ada atau tidaknya kepedulian pemerintah terhadap aset daerah. Kalau memang ada anggaran pemeliharaan, ke mana realisasinya? Mengapa kondisi kantor pemerintahan dibiarkan seperti ini?" tegas Didin.

Ia menyebut pemandangan di kompleks perkantoran Pemkab Bandung Barat lebih layak disebut "Welcome to the Jungle" dibanding sebagai pusat pemerintahan yang seharusnya menjadi wajah pelayanan kepada masyarakat.

"Orang datang ke kantor pemerintah ingin melihat lingkungan yang bersih dan nyaman. Yang terlihat justru rumput liar, semak belukar, dan area yang terkesan tidak pernah disentuh pemeliharaan. Ini sangat memalukan," katanya.

Tak hanya lingkungan luar gedung, Didin juga menyoroti kondisi toilet di Gedung A, B, C, dan D yang dinilainya sudah tidak layak digunakan.

"Toiletnya kumuh, dinding menguning, air sering tersendat, bahkan menimbulkan bau tidak sedap. Bagaimana masyarakat bisa merasa nyaman jika fasilitas dasar seperti toilet saja tidak diperhatikan?" ujarnya.

Didin mempertanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik apabila kondisi kantor pemerintah sendiri dinilai terbengkalai.

Menurutnya, kebersihan dan pemeliharaan lingkungan bukan sekadar persoalan estetika, tetapi mencerminkan kualitas pelayanan publik dan keseriusan pemerintah dalam mengelola aset daerah.
"Kami meminta Bupati Bandung Barat segera turun langsung melihat kondisi di lapangan, bukan hanya menerima laporan di atas meja. Jangan sampai jargon pemerintahan yang digaungkan hanya menjadi slogan tanpa implementasi nyata," tegasnya.

BOOMS Bandung Barat mendesak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggung jawab atas pemeliharaan gedung dan lingkungan agar segera melakukan pembenahan secara menyeluruh. Didin menegaskan, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa tindakan nyata, pihaknya akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat sebagai bentuk kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

"Jangan biarkan kantor pemerintahan menjadi simbol pembiaran. Pemerintah harus memberi contoh dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan profesionalisme. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan di lingkungan yang bersih, sehat, dan bermartabat," pungkasnya. ***Red
Share:

Sabtu, 04 Juli 2026

Diduga Kembali Beroperasi Meski Pernah Dipasang Garis Polisi, Toko Penjual Obat Keras Golongan G di Subang Jadi Sorotan Warga

Kabarciepat.com || Subang – Sebuah toko yang diduga menjual obat keras golongan G secara bebas tanpa resep dokter di wilayah Kampung Cikuya, Desa Neglasari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, kembali menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, toko tersebut diduga kembali beroperasi meski sebelumnya telah dipasang garis polisi (police line) .

Menurut informasi yang diterima dari warga sekitar, toko tersebut diduga sudah beberapa kali menjadi sasaran tindakan aparat. Namun, setiap kali dilakukan penutupan atau dipasang garis polisi, tidak berselang lama toko tersebut kembali beroperasi seperti biasa.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dan keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah warga menduga adanya pihak-pihak yang memberikan perlindungan sehingga toko tersebut tetap dapat menjalankan aktivitasnya.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku geram dengan kondisi tersebut.

"Saya geram dengan adanya penjualan obat keras golongan G yang dijual bebas. Penjual dengan santainya menjual obat seperti tramadol, trihexyphenidyl (trihex), dan eximer tanpa resep dokter. Padahal beberapa kali toko tersebut dipasang garis polisi, tetapi tidak lama kemudian buka kembali dan berjualan seperti biasa," ujarnya.

Warga berharap aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan peredaran obat keras golongan G tanpa izin tersebut. Mereka juga meminta apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum, proses penindakan dilakukan secara tegas dan berkelanjutan sehingga tidak kembali terulang.

Peredaran obat keras golongan G tanpa resep dokter dinilai dapat membahayakan kesehatan masyarakat serta berpotensi disalahgunakan, khususnya oleh kalangan remaja. Oleh karena itu, masyarakat meminta pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran obat-obatan yang seharusnya hanya dapat diperoleh berdasarkan resep dan pengawasan tenaga medis.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai alasan toko tersebut diduga kembali beroperasi setelah sebelumnya dipasang garis polisi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik. ***Red
Share:

Resital Angklung 3 Satukan Seniman dari 14 Kecamatan, Dr. H. Tom Maksum Tekankan Pelestarian Budaya Sunda

KabarCiepat.com || Cianjur – Resital Angklung 3 yang mengusung tema Sapa Warga Berbasis Budaya berlangsung meriah di Gedung Assakinah, Kabupaten Cianjur, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum nyata dalam memperkuat pelestarian seni budaya Sunda melalui pertunjukan angklung yang melibatkan para seniman, guru, kepala sekolah, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur.

Acara tersebut dihadiri Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. Tom Maksum, M.Pd, bersama jajaran DPC PDI Perjuangan Cianjur, Ketua PC PGRI Cianjur, para guru, kepala sekolah, dan peserta dari 14 kecamatan.

Dalam sambutannya, Dr. H. Tom Maksum menegaskan bahwa angklung merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui pertunjukan, tetapi juga harus diwujudkan melalui pembinaan yang berkelanjutan serta keterlibatan masyarakat.
"Angklung merupakan identitas budaya Jawa Barat yang harus tetap hidup di tengah masyarakat. Melalui Resital Angklung 3 ini, kami ingin membangun kecintaan generasi muda terhadap budaya sekaligus mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat," ujarnya.

Selain menampilkan pertunjukan angklung, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, pembangunan daerah hingga pelestarian seni dan budaya. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di DPRD Jawa Barat.

Puncak kegiatan ditandai dengan Festival Angklung yang diikuti grup angklung dari 14 kecamatan di Kabupaten Cianjur. Penampilan para peserta mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan masyarakat yang hadir karena dinilai menunjukkan semangat tinggi dalam menjaga eksistensi seni tradisional di tengah perkembangan zaman.

Masyarakat berharap kegiatan Resital Angklung dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan seniman daerah, pelestarian budaya Sunda, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya bangsa. ***Dani 
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa