Bandung Barat, KABARCIEPAT.COM — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih terus dilakukan di lokasi terdampak tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga hari ini, Rabu (28/1), tim SAR terus bekerja keras mengevakuasi korban dan mengatasi dampak bencana.
Pada kunjungan kerja keduanya ke lokasi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan apresiasi atas kinerja tim SAR yang telah menunjukkan capaian signifikan sejak hari pertama. “Operasi SAR telah berhasil menemukan 53 korban, 35 di antaranya telah teridentifikasi oleh tim DVI,” ujar Suharyanto. Rabu, 28/1/2026
BNPB juga memastikan bahwa ahli waris dari korban yang telah teridentifikasi telah menerima santunan dari Kementerian Sosial. Selain itu, BNPB mendukung operasi SAR dengan melakukan modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi intensitas hujan yang dapat membahayakan personel di lapangan akibat kondisi tanah yang labil.
Suharyanto menambahkan, pencarian dan evakuasi dilanjutkan saat cuaca cerah dengan bantuan alat berat dan anjing pelacak. Masa tanggap darurat ditargetkan selesai dalam dua minggu dan tidak akan diperpanjang. “Kami berharap situasi pascabencana segera pulih dan terkendali,” tegasnya.
Terkait pemulihan, BNPB bersama pemerintah daerah telah mendata sebanyak 48 rumah mengalami kerusakan berat atau hancur. Selain itu, dilakukan identifikasi terhadap rumah-rumah yang terancam dan perlu direlokasi. BNPB meminta pemerintah daerah menyiapkan lahan relokasi dan akan memberikan bantuan dana tunggu hunian bagi keluarga terdampak yang saat ini tinggal bersama kerabat. Bantuan tersebut akan disalurkan mulai Januari hingga Maret 2026.
Kunjungan Kepala BNPB juga bertujuan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Bantuan dari berbagai pihak telah diterima dan sangat membantu masyarakat korban longsor. ***Red















