Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Kamis, 17 September 2026

RAPAT PARIPURNA DPRD KBB, PERUBAHAN APBD 2026 DIWARNAI KENAIKAN BELANJA Rp169 MILIAR


KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama DPRD KBB mulai membahas perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam menyesuaikan arah kebijakan fiskal daerah dengan perkembangan kebijakan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pembahasan perubahan APBD tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bandung Barat, Kamis (17/9/2026), melalui penyampaian Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (P-KUA PPAS) Tahun Anggaran 2026. 

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dalam penyampaiannya mengatakan, penyusunan perubahan KUA-PPAS mengacu pada Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 serta mempertimbangkan berbagai kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Yang menarik perhatian dalam rancangan perubahan tersebut adalah perubahan komposisi pendapatan dan belanja daerah.

Pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp3,16 triliun, meningkat sekitar Rp25,39 miliar atau 0,80 persen dibandingkan target sebelum perubahan sebesar Rp3,13 triliun.

Di sisi lain, belanja daerah justru mengalami kenaikan lebih besar. Dalam rancangan perubahan, belanja daerah mencapai Rp3,36 triliun, bertambah Rp169,06 miliar atau 5,02 persen dari anggaran sebelumnya sebesar Rp3,19 triliun. 

Dengan kondisi tersebut, terdapat selisih antara target pendapatan dan belanja daerah. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat merancang penerimaan pembiayaan sebesar Rp205,67 miliar, naik Rp143,67 miliar atau 69,86 persen dibandingkan sebelumnya yang berada di angka Rp62 miliar.

Sementara itu, pengeluaran pembiayaan dalam rancangan perubahan APBD tersebut ditetapkan Rp0. 

Bupati Jeje menjelaskan, penerimaan pembiayaan tersebut digunakan untuk menutup selisih antara pendapatan dan belanja sehingga posisi anggaran dalam rancangan perubahan KUA-PPAS 2026 tetap berada dalam kondisi berimbang.
“Selisih antara pendapatan daerah dikurangi belanja daerah dapat ditutupi oleh pembiayaan penerimaan daerah, sehingga posisi anggaran dalam keadaan berimbang,” ujar Jeje. 

Bukan Sekadar Angka, Efektivitas Anggaran Jadi Sorotan
Perubahan APBD tidak hanya berkaitan dengan penyesuaian angka pendapatan dan belanja. Pemerintah daerah juga harus memastikan setiap perubahan anggaran memiliki dasar kebijakan dan mampu mendukung pelaksanaan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.

Sejumlah landasan yang digunakan antara lain Kebijakan Umum Perubahan APBD 2026, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD, kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Keputusan Menteri Keuangan Nomor 198 Tahun 2026, serta Peraturan Bupati Bandung Barat Nomor 37 Tahun 2026 tentang Perubahan RKPD 2026. 

Jeje berharap pembahasan bersama DPRD dapat menghasilkan APBD yang sehat dan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengajak DPRD KBB memperkuat kerja sama dalam proses pembahasan dan pelaksanaan anggaran.

Namun, dengan kenaikan belanja yang jauh lebih besar dibandingkan kenaikan pendapatan, pembahasan perubahan APBD 2026 tetap menjadi ruang penting bagi DPRD untuk mencermati dasar kebutuhan belanja, sumber pembiayaan, serta dampaknya terhadap kemampuan fiskal Kabupaten Bandung Barat.

Penyampaian P-KUA PPAS tersebut selanjutnya menjadi bagian dari tahapan pembahasan perubahan APBD 2026 antara Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan DPRD KBB. ***Red
Share:

Kades Nanggala Mekar Pulang dari Study Tiru China, Siap Implementasikan Ilmu Pembangunan Desa

KabarCiepat.Com || CIANJUR — Kepala Desa Nanggala Mekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Hilman, kembali ke tanah air setelah mengikuti Program Benchmarking Study Batch 6 ke Tiongkok (China) yang diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Program study tiru internasional tersebut berlangsung pada 6–16 September 2026 dan diikuti para kepala desa dari sejumlah daerah. Delegasi Jawa Barat yang di dalamnya terdapat Kades Nanggala Mekar, Hilman, sebelumnya dilepas langsung oleh Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto bersama Wakil Menteri Desa dan PDT Ariza Patria.

Program tersebut diarahkan untuk mempelajari berbagai praktik terbaik pembangunan dan pengelolaan desa di Tiongkok yang dinilai dapat menjadi referensi pengembangan desa di Indonesia.

Rombongan dipimpin Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS. Salah satu lokasi pembelajaran berada di Provinsi Yunnan, termasuk Desa Haiyan, Distrik Chenggong.

Desa tersebut menjadi salah satu lokasi pembelajaran karena dinilai berhasil mengembangkan revitalisasi perdesaan dengan mengintegrasikan penguatan ekonomi lokal, perlindungan lingkungan, serta pelestarian budaya.

Fokus pada Sinergi Pemerintah, Teknologi hingga BUMDes

Sepulang dari Tiongkok, Hilman mengungkapkan sejumlah pembelajaran yang menjadi perhatian khusus selama mengikuti program tersebut.

Saat ditemui di ruang kerjanya di Desa Nanggala Mekar, Kamis (17/9/2026), Hilman mengatakan dirinya fokus mempelajari bagaimana sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah desa dan pemanfaatan teknologi dapat menjadi kekuatan dalam mempercepat pembangunan desa.

Selain itu, pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) secara modern juga menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipelajari, mulai dari pengembangan sektor pertanian hingga pengelolaan pariwisata secara terpadu.

Menurut Hilman, pengalaman tersebut tidak hanya akan menjadi pengetahuan setelah mengikuti study tiru, tetapi diharapkan dapat diterapkan secara bertahap di Desa Nanggala Mekar.

“Pada prinsipnya, setelah mengikuti study tiru ini, kami siap melaksanakan dan mengimplementasikan pembelajaran yang kami dapat di desa, tentunya secara bertahap dan disesuaikan dengan potensi serta kondisi Desa Nanggala Mekar,” ujar Hilman.

Tata Kelola hingga Potensi Ekonomi Masyarakat

Hilman menyebutkan, sejumlah aspek yang akan menjadi perhatian ke depan di antaranya tata kelola pemerintahan desa, strategi pembangunan berkelanjutan, pengelolaan kawasan wisata desa, serta optimalisasi potensi ekonomi berbasis masyarakat.

Ia menyadari bahwa penerapan konsep tersebut tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses, perencanaan, kolaborasi dan dukungan berbagai pihak agar pembelajaran dari Tiongkok dapat disesuaikan dengan karakteristik Desa Nanggala Mekar.

Karena itu, Hilman berharap adanya keterlibatan dan keberpihakan pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat, khususnya dalam mendukung aspek pembiayaan.

“Semoga berhasil, walaupun tentunya setahap demi setahap. Kami berharap ada keterlibatan dan keberpihakan dari Pemkab Cianjur, Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat, terutama dalam hal ketersediaan anggaran,” harapnya.

Bagi Desa Nanggala Mekar, pengalaman mengikuti Benchmarking Study Batch 6 ke Tiongkok diharapkan menjadi momentum untuk membawa pulang gagasan pembangunan yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Dengan demikian, hasil study tiru tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman perjalanan internasional, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat desa. ***Red/kh.E
Share:

Tim Sepak Bola PGRI Cipatat Gelar Laga Persahabatan dengan PGRI Cipongkor

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Semangat sportivitas dan silaturahmi antarguru terus dibangun melalui kegiatan olahraga. Tim sepak bola PGRI Cabang Cipatat menggelar pertandingan persahabatan dengan Tim Sepak Bola PGRI Cabang Cipongkor pada 9 September 2026.

Pertandingan tersebut tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan di lapangan, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan kekeluargaan antara keluarga besar PGRI dari Kecamatan Cipatat dan Kecamatan Cipongkor.

Tim PGRI Cabang Cipatat hadir dengan semangat kebersamaan di bawah koordinasi Syarifuddin Sonjaya selaku manajer tim dan Ujang Juhana sebagai pelatih.

Keduanya memiliki peran dalam mempersiapkan tim, baik dari sisi teknis permainan maupun membangun kekompakan para pemain sebelum menghadapi laga persahabatan tersebut.

Pertandingan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para pemain dari kedua tim menunjukkan semangat bertanding dengan tetap mengedepankan sportivitas dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Bagi PGRI Cabang Cipatat, kegiatan olahraga seperti ini menjadi salah satu sarana untuk menjaga kebugaran sekaligus memperkuat komunikasi dan solidaritas antarguru.

Laga persahabatan ini diharapkan tidak berhenti pada pertandingan di lapangan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta membangun kebersamaan PGRI lintas kecamatan.

Sportivitas di lapangan, persaudaraan dalam kebersamaan menjadi semangat utama Tim Sepak Bola PGRI Cabang Cipatat.

#PGRICipatat #PGRICipongkor #SepakBolaPGRI #LagaPersahabatan #Sportivitas #SilaturahmiGuru
Share:

22 Pemain Terpilih, Kontingen Sepak Bola PGRI Kecamatan Cipatat Siap Bertarung Bawa Nama Baik


KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Sebanyak 22 pemain sepak bola pilihan siap memperkuat kontingen Kecamatan Cipatat dalam ajang pertandingan sepak bola tingkat kabupaten. Pelepasan kontingen berlangsung dengan semangat kebersamaan, disertai pesan agar para pemain menjaga kesehatan, disiplin, sportivitas, serta nama baik Kecamatan Cipatat dan PGRI.

Manajer kontingen, Syarifuddin Sonjaya yang akrab disapa Uus, mengatakan 22 pemain yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi dari sekitar 40 calon pemain.
Menurutnya, proses seleksi dilakukan untuk mendapatkan pemain yang dinilai mampu memperkuat tim Kecamatan Cipatat.

“Dari sekitar 40 pemain, akhirnya terpilih 22 orang. Mereka adalah pemain-pemain pilihan yang dipercaya untuk memperkuat tim,” ujar Uus.

Ia meminta para pemain tidak terbebani dengan berbagai hal di luar pertandingan. Para atlet diminta fokus, percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik ketika berada di lapangan.

Uus juga menegaskan bahwa target kemenangan tentu menjadi harapan bersama. Namun, perjuangan dan proses pertandingan harus tetap dijalani dengan penuh tanggung jawab.

“Visi kita tentu menang. Tetapi apa pun hasilnya nanti, yang penting kita berjuang dengan sungguh-sungguh dan membawa nama baik Kecamatan Cipatat,” tegasnya.
Pelatih: Jaga Fisik dan Pahami Aturan Pertandingan

Sementara itu, Pelatih Ujang Juhana yang akrab disapa UJ, menjelaskan adanya sejumlah penyesuaian jadwal pertandingan dari rencana awal.

Perubahan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan pembukaan dan pembagian wilayah pertandingan. Karena itu, para pemain maupun official diminta memahami jadwal terbaru yang telah ditetapkan panitia.

UJ juga menekankan pentingnya memahami aturan pertandingan, termasuk ketentuan mengenai komposisi pemain berdasarkan kelompok usia.

Ia berharap para pemain dapat menjaga kondisi fisik karena jadwal pertandingan membutuhkan kesiapan dan konsentrasi tinggi.

“Jaga kesehatan dan kondisi fisik. Kita harus siap menghadapi pertandingan sesuai jadwal dan aturan yang telah ditentukan,” demikian pesan UJ kepada para pemain.

Menurutnya, persoalan jadwal maupun komposisi pemain harus dihadapi sebagai bagian dari dinamika pertandingan. Yang terpenting adalah seluruh pemain tetap kompak dan mampu menjalankan strategi yang telah disiapkan.

Ketua PGRI Cipatat: Bawa Nama Baik Organisasi

Ketua PGRI Cabang Kecamatan Cipatat, Endin Mahpudin, M.Pd., dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh atlet agar tetap optimistis menghadapi kompetisi.

Ia berpesan agar para pemain menjaga aktivitas, kesehatan dan keamanan selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.

Endin menegaskan, para atlet bukan hanya bertanding untuk kepentingan pribadi, tetapi membawa nama PGRI dan Kecamatan Cipatat.

Karena itu, sikap di lapangan menjadi perhatian penting. Para pemain diharapkan mampu menunjukkan kedisiplinan dan sportivitas serta menghormati lawan, wasit dan panitia.

“Kita harus tetap optimis. Visi kita tentu ingin menang, tetapi apa pun hasil akhirnya, yang penting kita sudah berjuang dengan maksimal,” pesan Endin.

Ia berharap kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang mengejar prestasi, tetapi juga menjadi pengalaman dan motivasi bagi para atlet untuk terus berkembang.

Target Juara, Sportivitas Tetap Utama
Dengan kekuatan 22 pemain hasil seleksi, kontingen Kecamatan Cipatat membawa harapan untuk memberikan prestasi terbaik dalam kompetisi tersebut.

Target meraih juara tingkat kabupaten tentunya menjadi harapan yang ingin diwujudkan. Namun, seluruh pemain diminta tetap menjadikan sportivitas, kekompakan dan nama baik daerah sebagai bagian penting dari perjuangan.

“Menang kita syukuri, kalah kita evaluasi. Yang terpenting kita berjuang dengan sungguh-sungguh dan memberikan kemampuan terbaik,” menjadi semangat yang disampaikan dalam pelepasan kontingen.

Rangkaian pertandingan selanjutnya akan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan panitia, termasuk agenda pembukaan tingkat kabupaten dan pertandingan berdasarkan pembagian wilayah.

Dengan dukungan pengurus PGRI, pelatih, official dan masyarakat, 22 pemain kontingen Kecamatan Cipatat diharapkan mampu tampil maksimal serta membawa nama baik Kecamatan Cipatat dan PGRI dalam kompetisi tersebut. ***Red
Share:

Rabu, 16 September 2026

DI TENGAH TANTANGAN LAMA SEKOLAH, BRIGEZ DAN SKB KBB KEMBALI BUKA JALAN PENDIDIKAN KESETARAAN


KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Persoalan akses pendidikan di Kabupaten Bandung Barat kembali menjadi sorotan. Di tengah capaian pendidikan yang terus menunjukkan peningkatan, masih ada pekerjaan besar yang belum selesai: memastikan masyarakat yang terputus dari pendidikan formal tetap memiliki jalan untuk kembali belajar.

Persoalan itulah yang coba dijawab melalui kolaborasi DPW Brigez Indonesia Kabupaten Bandung Barat dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Bandung Barat.

Keduanya kembali memperkuat kerja sama melalui Nota Kesepahaman (MoU) Program Pendidikan Nonformal Kesetaraan jenjang SD, SMP, dan SMA Tahun Ajaran 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 13 September 2026, bersama para peserta didik di Sekretariat DPD KNPI Kabupaten Bandung Barat.

RLS 8,34 Tahun: Masih Ada Persoalan yang Harus Dibongkar

Data pendidikan Kabupaten Bandung Barat memberikan gambaran yang menarik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS) pada 2025 mencapai 8,34 tahun, naik dari 8,24 tahun pada 2024. Sementara Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 12,26 tahun.

Kenaikan tersebut tentu menjadi indikator positif. Namun, di balik angka itu terdapat pertanyaan yang tidak kalah penting: bagaimana dengan masyarakat yang belum mampu menuntaskan pendidikan formalnya?

Di sinilah pendidikan kesetaraan menjadi penting.

Program kesetaraan bukan sekadar alternatif pendidikan, tetapi dapat menjadi jalur kedua bagi masyarakat yang karena faktor ekonomi, sosial, pekerjaan, keluarga, maupun kondisi lainnya harus meninggalkan bangku sekolah sebelum menyelesaikan pendidikan.

Artinya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dilihat dari naiknya angka statistik. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan juga perlu memastikan bahwa mereka yang pernah tertinggal tidak semakin jauh tertinggal.

Brigez Tak Ingin Sekadar Menjadi Penonton

Bagi Brigez Indonesia Kabupaten Bandung Barat, persoalan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

Organisasi kepemudaan tersebut menyatakan ingin mengambil peran lebih luas, bukan hanya dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam membuka ruang pendidikan bagi masyarakat.

«“Kami ingin organisasi tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga mengambil bagian dalam persoalan pendidikan. Data RLS Kabupaten Bandung Barat menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan bersama untuk memastikan masyarakat memiliki kesempatan belajar yang lebih luas. Melalui kerja sama dengan SKB, kami ingin ikut membuka ruang tersebut,” ungkap perwakilan Brigez Indonesia KBB.»

Pernyataan tersebut menjadi penting karena persoalan pendidikan tidak mungkin diselesaikan hanya melalui program pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai elemen lainnya.

MoU Jangan Berhenti di Atas Kertas

Kerja sama antara Brigez Indonesia KBB dan SKB Kabupaten Bandung Barat kini menghadapi tantangan yang lebih besar setelah MoU kembali diperkuat.

Pertanyaannya sederhana, tetapi penting: sejauh mana kesepakatan tersebut mampu diterjemahkan menjadi program nyata?

Sebab, persoalan pendidikan masyarakat tidak selesai hanya dengan penandatanganan dokumen kerja sama.

Yang jauh lebih penting adalah memastikan proses belajar mengajar berjalan, peserta didik mendapatkan pendampingan, akses pendidikan terbuka, dan mereka yang mengikuti program benar-benar memperoleh kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan kesetaraan.

Karena itu, MoU ini seharusnya menjadi awal dari kerja bersama, bukan sekadar seremoni.

Membuka Jalan bagi Mereka yang Sempat Terhenti

Program Pendidikan Nonformal Kesetaraan Tahun Ajaran 2026 diharapkan mampu menjadi ruang bagi masyarakat yang sebelumnya tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal untuk kembali mengejar ketertinggalan.

Kolaborasi Brigez Indonesia KBB dan SKB Kabupaten Bandung Barat pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang pendidikan hari ini, tetapi juga tentang masa depan sumber daya manusia Bandung Barat.

Ketika masih ada masyarakat yang belum menuntaskan pendidikan, maka pekerjaan pembangunan pendidikan belum sepenuhnya selesai.

Dan di tengah tantangan tersebut, setiap pintu yang dibuka untuk kembali belajar adalah bagian penting dari upaya memastikan tidak ada masyarakat yang kehilangan kesempatan kedua untuk mendapatkan pendidikan. ***Red
Share:

Selasa, 15 September 2026

JELANG DICOPOT, PURBAYA BONGKAR PERNYATAAN KONTROVERSIAL PERUSAHAAN ASING: “DIBAYAR, SELESAI”

KabarCiepat.com || JAKARTA — Ada pernyataan keras yang terlontar dari Purbaya Yudhi Sadewa hanya beberapa jam sebelum kursi Menteri Keuangan berpindah tangan.

Dalam rapat bersama Komite IV DPD RI, Senin (14/9/2026), Purbaya mengungkapkan kemarahannya terhadap sejumlah perusahaan asing yang menurut pengakuannya meremehkan aturan hukum di Indonesia.

Yang menjadi sorotan bukan sekadar soal kepatuhan pajak. Purbaya mengungkap adanya anggapan dari pihak perusahaan bahwa aturan Indonesia dapat diabaikan dan persoalan dapat diselesaikan dengan membayar pihak tertentu.

Purbaya bahkan mengaku merasa dihina.

“Orang perusahaan-perusahaan sana tuh menghina saya,” ujar Purbaya dalam forum tersebut, sebagaimana diberitakan media. Ia kemudian menyampaikan adanya anggapan bahwa tidak ada gunanya mengikuti peraturan Indonesia karena persoalan dapat diselesaikan dengan bayaran.

Pernyataan itu kemudian ditutup dengan kalimat yang jauh lebih keras:

“Kita akan hantam yang gitu-gitu.”

BUKAN SEKADAR SOAL PAJAK

Purbaya mengaitkan persoalan tersebut dengan agenda pembenahan sistem perpajakan dan tata kelola penerimaan negara.

Ia menyatakan sedang memperbaiki cara kerja jajaran perpajakan dalam mengumpulkan penerimaan negara. Menurutnya, proses pembenahan itu memang dapat menimbulkan gesekan, tetapi tetap harus dilakukan.

Di titik inilah pernyataan Purbaya menjadi penting untuk ditelusuri lebih jauh.

Siapa perusahaan yang dimaksud?

Aturan apa yang disebut telah diremehkan?

Siapa pihak yang disebut dapat “dibayar” untuk menyelesaikan persoalan?

Dan yang paling penting:

Apakah terdapat bukti atau laporan resmi yang dapat menguatkan dugaan tersebut?

Hingga pemberitaan ini disusun, pernyataan Purbaya tersebut belum dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran oleh perusahaan tertentu. Identitas perusahaan dan detail kasus yang dimaksud juga perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.

PERNYATAAN KERAS, LALU PERGANTIAN MENDADAK

Momentum pernyataan tersebut menjadi semakin menarik karena pada hari yang sama Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin sore, 14 September 2026.

Kementerian Keuangan kemudian mencatat serah terima jabatan berlangsung pada 15 September 2026. Dalam prosesi tersebut, Suahasil menyampaikan apresiasi atas pengabdian Purbaya selama memimpin Kementerian Keuangan.

Pergantian itu sendiri merupakan fakta terpisah dari pernyataan Purbaya mengenai perusahaan asing. Tidak ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa keduanya memiliki hubungan sebab-akibat.

Namun, dari perspektif tata kelola negara, pernyataan Purbaya tetap menyisakan sejumlah pertanyaan yang layak dijawab secara terbuka.

Jika memang ada perusahaan yang menganggap aturan Indonesia bisa “diselesaikan” dengan membayar pihak tertentu, maka publik berhak mengetahui sejauh mana persoalan tersebut telah ditindaklanjuti oleh aparat dan institusi terkait.

Sebab persoalannya bukan semata-mata tentang satu perusahaan atau satu pejabat.

Ini menyangkut kredibilitas hukum, integritas sistem perpajakan, dan wibawa negara di hadapan pelaku usaha.

Kini Purbaya telah meninggalkan kursi Menteri Keuangan. Suahasil Nazara mengambil alih tanggung jawab menjaga keuangan negara dan kredibilitas Kementerian Keuangan.

Pertanyaannya tinggal satu:

AKANKAH PERNYATAAN “DIBAYAR, SELESAI” BERHENTI SEBAGAI UCAPAN DI RUANG RAPAT, ATAU AKAN DIBUKA TERANG SIAPA DAN APA YANG DIMAKSUD?

Publik menunggu jawaban.

#PurbayaYudhiSadewa #SuahasilNazara #KementerianKeuangan #Pajak #PerusahaanAsing #PenerimaanNegara #DPDRI #TataKelolaNegara #Investigasi #BeritaNasional
Share:

Minggu, 13 September 2026

Banyu Raya Tampil Beda, HUT RI dan Maulid Nabi Jadi Panggung Perjuangan serta Budaya Sunda


CILILIN, BANDUNG BARAT. Agistanews.com  — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak selalu harus dirayakan dengan hiburan musik modern. Di tengah masyarakat, kreativitas justru dapat menjadi sarana untuk menghadirkan hiburan sekaligus menjaga nilai sejarah, keagamaan, kebersamaan, dan budaya lokal.

Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan yang digelar organisasi Banyu Raya. Alih-alih mengandalkan hiburan band atau dangdut, Banyu Raya memilih menghadirkan pertunjukan drama perjuangan, drama sosial, drama kehidupan, hingga kaulinan baheula.

Konsep tersebut menjadi pembeda Banyu Raya dalam setiap kegiatan tahunannya. Panggung hiburan tidak hanya dimanfaatkan untuk membuat masyarakat terhibur, tetapi juga menjadi media untuk mengingat jasa para pahlawan dan para pejuang sekaligus mengenalkan kembali permainan tradisional Sunda kepada generasi muda.

Tokoh Banyu Raya, Wandri Hariyan, mengatakan konsep drama memang menjadi ciri khas organisasi tersebut.
“Alhamdulillah, setiap tahun organisasi Banyu Raya ini berbeda dari yang lain. Kalau yang lain sudah biasa dengan hiburan band dan dangdut, Banyu Raya pasti drama selalu ditampilkan,” ujar Wandri.

Kaulinan Baheula Kembali Dihidupkan
Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah diangkatnya berbagai kaulinan baheula ke dalam pertunjukan drama.

Permainan tradisional seperti paciwit-ciwit lutung, encrak, enggrang, loncat tinggi, sondah dan maen beklen dikemas secara kreatif menjadi bagian dari cerita.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk ngamumule budaya Sunda, terutama di tengah perkembangan zaman yang membuat permainan tradisional semakin jarang dimainkan oleh anak-anak.

Bagi Banyu Raya, budaya bukan sekadar sesuatu yang harus dikenang, tetapi perlu dihidupkan kembali melalui kreativitas dan keterlibatan generasi muda.

Drama Perjuangan Mengingatkan Jasa Para Pahlawan
Selain kaulinan baheula, drama perjuangan menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan.

Pertunjukan tersebut membawa pesan agar masyarakat tidak melupakan jasa para pahlawan dan perjuangan para pendahulu dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tidak hanya itu, Banyu Raya juga menghadirkan drama bertema sosial dan kehidupan, sehingga pertunjukan memiliki pesan yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat.

Di balik kreativitas tersebut terdapat peran tokoh pemuda Giri Finansa, A.Md., yang turut menyusun sejumlah naskah drama bertema sosial, perjuangan kehidupan dan kaulinan baheula.

Kemerdekaan Dipadukan dengan Nilai Keagamaan

Rangkaian kegiatan Banyu Raya juga tidak berhenti pada semarak HUT ke-81 RI. Momentum tersebut dipadukan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Warga mengikuti kegiatan keagamaan berupa doa bersama, mahalul qiyam, serta penampilan grup qosidah Al Gofar Assa'adah yang diisi oleh ibu-ibu.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Ustad H. Syarif Hidayatullah, S.Pd.I, Ketua RT Anwar Hidayat (Away), serta Ketua Pelaksana Aldika.

Perpaduan antara semangat kemerdekaan, nilai keagamaan, budaya Sunda dan kebersamaan warga membuat kegiatan tersebut mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat.

Banyu Raya: Merayakan Kemerdekaan, Merawat Budaya

Apa yang dilakukan Banyu Raya menunjukkan bahwa perayaan di tengah masyarakat dapat dikemas lebih bermakna. Hiburan tidak harus berhenti pada tontonan, tetapi dapat menjadi ruang untuk belajar sejarah, mengenal budaya, memperkuat keagamaan dan membangun kebersamaan.

Pesan yang ingin disampaikan pun sederhana namun kuat: jangan melupakan jasa para pejuang dan jangan biarkan budaya Sunda hilang ditelan zaman.

Dengan drama, kaulinan baheula, doa bersama dan kegiatan Maulid Nabi, Banyu Raya menjadikan momentum perayaan sebagai panggung kebersamaan yang menghidupkan kembali identitas budaya dan semangat perjuangan masyarakat. ***Red
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blogger templates

pristiwa