Cipatat, Kabarciepat.com – Produk aplikasi e-Rapot yang baru saja diluncurkan menuai sorotan dari kalangan pendidik. Salah satu guru, Riki Triyadi, menyampaikan bahwa aplikasi tersebut dinilai kurang baik dalam hal tata letak dan penempatan identitas. 21 Desember 2025
Menurutnya, posisi kepala sekolah yang ditampilkan di tengah sejajar dengan wali kelas dan wali murid menimbulkan kesan kurang tepat secara hierarki maupun etika kelembagaan. “Penempatan kepala sekolah seharusnya berada di posisi yang lebih jelas dan sesuai dengan struktur formal, bukan disejajarkan dengan wali kelas maupun wali murid,” ucap Riki Triyadi.
Kritik ini mencerminkan pentingnya memperhatikan aspek protokol dan tata kelola dalam setiap produk digital yang digunakan di lingkungan pendidikan. Aplikasi e-Rapot, yang sejatinya diharapkan menjadi solusi modern untuk administrasi sekolah, justru mendapat evaluasi serius dari para praktisi pendidikan terkait desain dan simbolik penempatan jabatan.
Pihak sekolah dan komunitas guru berharap pengembang aplikasi segera melakukan perbaikan agar produk ini dapat diterima dengan baik dan mendukung profesionalisme dunia pendidikan.
Riki Triyadi menambahkan bahwa pengisian e-Rapot harus memperhatikan kesiapan admin. “Pengisian e-Rapot harus on admin, dan kesiapan admin ini harus benar-benar diperhatikan. Jangan hanya melihat sekolah-sekolah di perkotaan, tetapi juga harus mempertimbangkan daerah pelosok yang tidak terjangkau jaringan,” tegasnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa selain aspek desain, faktor teknis dan aksesibilitas juga menjadi tantangan besar dalam penerapan aplikasi e-Rapot. Tanpa kesiapan admin dan dukungan infrastruktur yang memadai, tujuan digitalisasi pendidikan bisa terhambat dan berpotensi menimbulkan ketidakadilan antar wilayah.






.jpg)
0 comments:
Posting Komentar